Maryati Arifudin, 25 Ramadhan 1442

Ajaran mulia yang dibawa oleh Rasululloh sungguh sempurna. Jika kau cari celahnya dirimu tak menemukannya. Semua ajarannya memberikan solusi terbaik seluruh umat manusia di dunia.

Sungguh! Kenallilah ajaran ini telah dipraktekkannya oleh Baginda Rasul tercinta dan para sahabat-sahabatnya. Sungguh, ajaran mulia ini telah disempurnakannya tuk panduan hidup yang menentramkan jiwa dan raga. Simak, sejarah kehidupan Rasululloh pribadi yang agung.

Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu”. [Al-Maa-idah: 3]

Dari perintah yang ada didalam mulia saja, kita mampu mentadaburi jenis kebaikan yang bisa dijalani. Hampir empat unsur pondasi rukun islam terpenuhi. Jenis tiga pilar berupa perintah sholat, puasa, zakat dapat dilakukan dalam bulan ramadhan ini. Sehingga tiga pilar yang diamalkannya sebagai bukti  pilar pertama berupa syahadat yang telah diikrarkan.

Rasulullah s.a.w bersabda,” Islam dibangun di atas lima pondasi. Yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan yang pantas disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, mengerjakan haji ke baitullah, dan berpuasa di bulan ramadhan” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Sungguh, islam dibangun atas dasar lima fondasi. Fondasi dasar harus kokoh dengan ikrar syahadat dihati, lisan, dan amali. Ikrar syahadat yang benar akan mendasari  empat pilar fondasi keislaman yang lainnya.

Ajaran lurus ini sungguh sempurna. Bagaimana adab bertamu, islam jua telah mengajarkannya agar memahami hak bertamu. Masih ragukah, dengan kesempurnaan risalah-Nya. Renungkan perintah sederhana itu ada dapat ayat Al Qur’an yang mulia.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Dan jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, ‘’Kembalilah!”  Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [An-Nuur: 27-28]

Hal-hal yang sederhana tentang adab bertamu diatur sedemikian rupa. Artinya, ajaran yang lurus ini memandang hak-hak orang lain yang harus dihargai. Walapun, kita telah jauh-jauh hadir berkunjung namun si pemilik rumah belum bersedia menerima tamu maka itu hargailah mereka. Siapa tahu hatinya sedang lara atau duka. Belum siap menerima kita dengan tangan terbuka, tak apalah kita harus pulang dengan tangan hampa tak bisa berjumpa.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya,” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Namun sebagai tuan rumah yang siap menerima tamu ada jua kabar gembira. Kabar untuk memuliakan tamu walau dengan seteguk air saja. Hadirnya tamu di rumah kita, akan mampu membuka pintu rezeki bagi pemiliknya. Hadiah bagi yang menyambut tamu akan mampu mempertambah umur serta menghapus dosa-dosa.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :“Wahai sekalian manusia, janganlah kalian membenci tamu. Karena sesungguhnya jika ada tamu yang datang, maka dia akan datang dengan membawa rezekinya. Dan jika dia pulang, maka dia akan pulang dengan membawa dosa pemilik rumah.”

Sungguh ajaran lurus mengajarkan bagimana berbudi mulia. Tuk selalu menyambut tamu dengan memuliakannya. Sambut tamu minimal nampilkan kegembiraan diwajahnya tampilkan dengan senyum yang ceria. Sungguh, hidup akan bermakna jika kita umatnya mau mengamalkan ajaran yang lurus sebagai panduan hidupnya.

Dari yang kecil-kecil berupa amalan sederhana dengan mengamalkan ajaran mulia. Agar hidup bermakna maka sambut tamu dengan ceria. Karena, sebentar lagi hari yang fitri akan hadir ditengah-tengah kita.

Sebentar lagi tiba, usai ramadhan telah mampu memenangkan musuh yang nyata berupa hawanafsunya. Akhirnya, umat muslim akan merayakannya  hari yang fitri dengan menjalin silaturahmi bersama tamu sahabat dan kerabat tercinta. Indahnya islam mengajarkan, bagaimana menjalin silaturahmi ke rumah saudara dan kerabat semua.

Referensi:

https://almanhaj.or.id/2043-islam-adalah-agama-yang-sempurna.html
https://www.google.com/amp/s/dalamislam.com/akhlaq/keutamaan-memuliakan-tamu-dalam-islam/amp
0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *