banner 728x250

DIGITAL PEDAGOGY SOLUSI MENGHADAPI TRANSFORMASI PENDIDIKAN DIGITAL

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Dr Muhammad Soleh Hapudin, M,Si
Penulis Buku : Profesionalisme Guru di Era revolusi Industri 4.0 (terbit 2020), Dewan Pakar ICMI Orda Kota Tangerang.

Perkembangan teknologi saat ini begitu cepat tanpa terkecuali, khususnya dalam dunia pendidikan. Seiring perkembangan zaman, berbagai pendekatan pembelajaran di sekolah secara drastis mengakibatkan perubahan. Gempuran teknologi di era revolusi Industri bukanlah sebuah hambatan dalam mendidik generasi penerus perjuangan bangsa. Kemutakhiran teknologi juga bukanlah musuh yang harus ditakuti, namun media menyiapkan generasi masa depan. Pendidikan harus hadir untuk menjawab tantangan zaman, sehingga bisa melahirkan generasi-generasi yang kreatif, inovatif dan adaptif, serta menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para founding father negeri ini.

Mengapa transformasi digital bagi guru menjadi hal penting untuk diperhatikan? jawabannya, tidak lain karena besarnya peranan dan keterlibatan guru dalam proses pembelajaran. Namun harus disadari bahwa, transformasi digital pendidikan harus diikuti oleh keterampilan kemampuan dan penguasaan teknologi oleh para guru
Jika pembelajaran jarak jauh (Distance learning) telah menjadi trend teknologi selama Pandemi Covid-19.

Memasuki abad baru pembelajar akan menghadapi resiko yang lebih banyak dan situasi yang penuh ketidakpastian (uncertainity), oleh sebab itu dibutuhkan pengetahuan yang lebih banyak dalam menguasai keterampilan dibandingkan generasi sebelumnya, proses belajar mengajar yang bisanya dilakukan secara tatap muka secara langsung (face to face), di mana pendidik dan peserta didik hadir secara fisik di ruang-ruang kelas, kini digantikan dengan kegiatan pembelajaran melalui media elektronik (e-learning) baik secara sinkron ataupun secara Asinkron

banner 325x300

Masa pandemi COVID 19 yang melanda seluruh bahkan dunia termasuk Indonesia saat ini menyebabkan perubahan hal besar. Pembelajaran yang semula berjalan secara konvensional harus terdisrupsi oleh pembelajaran online ataupun dalam jaringan lewat media online berbasis internet. Hal ini menjadi kewajiban untuk para pendidik, bagaimana situasi kondisi terjadi, pendidikan harus tetap dilaksanakan kepada peserta didik.


Sebelum pandemi, bisa dihitung dengan jari berapa jumlah sekolah di tanah air yang telah bereksperimen mengintegrasikan teknologi baru berbasis digital ini dalam aktivitas pembelajaran baik dalam model Blended Learning maupun Flipped classroom. Ditutupnya sekolah kurang lebih dua tahun berpotensi menciptakan kehilangan pembelajaran (learning loss) dimana ketika sekolah ditutup selama tiga bulan, anak-anak diprediksi kehilangan pembelajaran yang setara dengan lebih dari satu tahun (Kaffenberger, 2020).

Inovasi dalam pendidikan sering dikaitkan dengan penggunaan teknologi dan internet untuk mengakses materi dan terliat dalam interaksi pembelajaran seperti melalui situs web sistem manajemen sekolah , Learning Management System (LMS), aplikasi seluler hingga jaringan media sosial. Namun pada kenyataannya metode pendidikan inovatif seringkali teratasi pada media teknologi dan saluran digital.

Pendidikan di era baru (new normal) biasanya akan membawa banyak perubahan terutama dalam proses integrasi teknologi digital ke dalam proses belajar mengajar. Salah satu kompetensi guru yang harus dimiliki selain 4 kompetensi lain adalah TPACK (technological Pedagogical Content Knowledge) dan Digital Pedagogy.

TPACK merupakan integrasi pengetahuan dan ketrampilan yang komprehensif dalam hal materi, dan pedagogi yang dipadukan dalam perkembangan teknologi. Sedangkan Digital pedagogy merupakan pendekatan yang tidak sekedar berbasis pada keterampilan guru menggunakan teknologi namun bagaimana guru sebagai fasilitator memanfaatkan teknologi untuk membangun kemampuan berpikir sekaligus mengembangkan aspek afektif siswa. Pembelajaran terpusat pada siswa dan pemanfaatan teknologi digunakan untuk menumbuhkan suasana belajar yang dinamis, bersifat inquiri dan siswa mengamati kemudian mengkonstruksi realitas yang ada

Ada beberapa hal yang menjadi hambatan utama ketika sekolah dipaksa mengalihkan pengajaran tatap muka menjadi pendidikan online, yaitu ketersediaan perangkat, keterbatasan jaringan, kurangnya literasi digital.


Pentingnya integrasi teknologi digital dan manfaatnya dalam praktik pendidikan kini dapat dilihat dari bagaimana fitur-fiturnya memenuhi kebutuhan dalam proses pendidikan saat ini. Apalagi di era new normal ini guru dan peserta didik mengandalkan perangkat teknologi digital untuk tetap terhubung. Cepat atau lambat setiap daerah di Indonesia akan mulai mengadaptasi teknologi digital dalam kegiatan pendidikannya. Jika dulu teknologi digital dalam pendidikan hanya digunakan seagai alat bantu sekarang ini teknologi digital digunakan sebagai alat utama.

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *