Oleh: Moh. Anis Romzi

Danau Mare di Kabupaten Katingan. Ini mungkin terdengar asing. Khususnya dalam skala nasional Indonesia. Tulisan ini adalah upaya untuk memperkenalkan Danau Mare lewat bingkai Literasi. Danau Mare diangkat untuk menggali potensi di bumi Penyang, Hinjei, Simpel, motto Kabupaten Katingan. Dipelopori oleh seorang tenaga pendidik Chalen Nurul AF,S.Pd., seorang pendidikan di SMPN 1 Katingan Tengah. Lokasi di mana Danau Mare terletak di kecamatan yang sama, Katingan Tengah.

Saya mencoba mencari informasi tentang Danau Mare ini. Journalborneo.co.id,(17/8/2020) Dalam Mengenang Pertempuran Danau Mare. Minun Dehen adalah seorang pemuda dari Sungai Dahuyan dekat desa Tumbang Talaken. Ia tidak terpilih dalam pasukan yang dipimpin oleh Kapten II Muller. Ia menyusul pasukan GRRI yang hendak menghadang KNIL di Danau Mare. Oleh karena tidak memiliki senjata,maka Tanggara memberikan Minun Dehen tiga buah granat rakitan.

Pada tanggal 24 Agustus 1949, pasukan KNIL  memasuki Danau Mare dengan menggunakan perahu. Ketika pasukan KNIL mendekat, Minun Dehen yang berada di atas pohon Karahuang di tepi Danau Mare. Dengan gerakan spontan melemparkan granat ke arah perahu. Namun granatnya tidak mengenai sasaran. Minun Dehen ditembaki bertubi-tubi. Minun Dehen terjatuh dengan granat tangan di tangannya meledak dan merobek-robek tubuhnya. Akhirnya ia meninggal.

Danau Mare telah menyimpan sejarah. Ada seorang pahlawan yang gugur di Danau Mare ini. Ia bernama Minun Dehen. Ia gugur saat terjadi pertempuran para pejuang kemerdekaan dengan tentara KNIL. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan mengorbankan nyawa. Semangat yang pantas ditiru generasi kini.

Anugerah alam yang diberikan Tuhan kepada warga Kabupaten Katingan. Khususnya kecamatan Katingan Tengah. Danau Mare terletak di desa  Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Tumbang Samba adalah nama ibukota kecamatannnya. Kurang lebih 100 km dari Kasongan, ibukota Kabupaten Katingan.

Danau Mare dapat dikembangkan sebagai wisata alam dan sejarah. Keindahan alam Danau Mare dan lingkungan sekitarnya dapat menjadi bahan edukasi. Sisi ekonomi juga dapat dibidik. Akan ada banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Anak-anak dan warga Katingan perlu belajar banyak dari para Pahlawannya. Kemerdekaan Indonesia telah dipertahankan dengan pengorbanan nyawa. Ini dimaksudkan agar putra-putri Katingan bisa menghargai jasa para pendahulunya. Saat ini semangat kepahlawanan di kalangan remaja dan anak-anak mulai luntur. Danau Mare dan kisah-kisah di dalamnya dapat menjadi pemicu untuk memulainya.

Danau Mare perlu diperkenalkan kepada khalayak dalam bingkai literasi. Catatan dalam bentuk tulis perlu diperbanyak. Ini agar para pembelajar dapat menemukan literasi dengan mudah tentang Danau Mare. Literasi tentang Danau Mare ini dapat menjadi penyemangat kecamatan yang lain untuk memunculkan potensinya. Harus ada yang memulai. Kalau tidak sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita yang di Katingan, siapa lagi?. Danau Mare adalah sumber belajar berharga untuk Kabupaten Katingan.

Danau Mare potensi tersembunyi yang memerlukan sentuhan tangan pemangku kepentingan. Perlu campur tangan dari seluruh kalangan untuk mengangkat Danau Mare. Pemerintah Daerah, praktisi pendidikan, akademisi, tokoh masyarakat, swasta, peneliti di Kabupaten Katingan untuk bersinergi positif. Banyak potensi belum tergali di Kabupaten Katingan, Danau Mare salah satunya.

Semoga tulisan ini dapat mempertemukan para kontributor antologi di Danau Mare untuk napak tilas. Ada sebuah harapan para inisiator literasi Danau Mare dapat bertemu semeja untuk berbagi gagasan. Dilanjutkan dengan kerangka aksi Danau Mare untuk Katingan cerdas berliterasi alam dan sejarah.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng.  5 Januari 2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *