body of water surrounded by trees

Ciptaan-Mu
MaryatiArifudin, 20 Maret 2021

Andai kita sadar akan semua ciptaaan-Mu. Ku coba belajar dari sang mentari saja, membuat diriku merasa malu.

Sang mentari pagi selalu menyambutku dengan senyumannya yang tulus. Ketulusan dari satu benda yang tak bernyawa ini selalu hadir ikhlas melayani. Keihlasannya saat memberi pantut ditauladani.

Kekagumanku pada-Mu bukan tanpa arti. Karena aku sadar ciptaan-Mu sangat besar manfaat bagi seluruh bumi. Hadirnya ciptaan Sang Ilahi Robbi itu membuat bumi ini penuh warna dan selalu berseri.

Kau tahu sinarnya di pagi hari selalu di tunggu oleh semua orang. Ada seseorang yang selalu menyapa dirimu dengan melantunkan dzikir paginya. Aktivitas pagi seorang pengagummu memintaku tuk menyambut sinarmu setiap waktu. Ia memintaku membuka jendela kamar tiap waktu agar bersiap menyambut sinar pagimu.

Begitu berharganya sinar pancaran cahayamu. Jika hari cerah, pangagummu selalu tersenyum semringah. Saat cuaca mendung si panggemarmu selalu sabar menunggu kenampakan cahaya itu. Itulah, nikmat di suasana pagi yang selalu menunggu kehadiranmu.

Hari ini aku ingin juga menyapamu, “Wahai sang mentari, kapan dirimu menampakkan sinarmu. Sinarmu akan selalu ku rindu dan ku tunggu”. Selama masa pandemi ini, banyak orang mencari dirimu. Karena, semua orang sadar bahwa dirimu sangat berarti mengusir pandemi. Berjemur pagi cukup tiga puluh menit bersamamu, membuat diri ini segar kembali.

Ya Robbi sang pencipta mentari, sungguh sang Kholik sangat mengerti kebutuhan semua makhluk bumi. Ciptaan-Mu sungguh menebar manfaat di bumi. Manfaat sinarnya membuat kebaikan di sana-sini. Namun, kita manusia kadang kurang menyadari akan manfaat kehadiranmu. Atau kita kurang faham akan nikmat pemberian-Mu.

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS. al-Hajj/23: 46)

Semua diberikan gratis nikmat itu pada semua makhluk. Kadang kita sering mengabaikan nikmat itu. Nikmat yang besar dari sang pemberi Yang Maha Agung hendaknya menumbuhkan syukur pada-Nya. Sang Mentari yang telah mengajari kami untuk memberi dan tidak akan minta balas budi. Sikap tulus sang mentari membuahkan manfaat dimana ia berada.

Sikap si mentari telah mengajari kita bagaimana berbuat yang terbaik. Ia selalu memberi manfaat walaupun tak diminta. Sikap mulia ada pada sosok benda yang tidak berakal. Namun, perhatikan bagaimana ia mengabdi yang selalu tunduk pada Sang Illahi Rabbi.

Mari kita tundukkan hati ini dengan sujud lima waktu. Ketundukan pada Sang Illahi Robbi pasti membuahkan kebaikan seperti sang mentari. Tundakkan mata hati kami duhai Sang Empunya Matahari, agar hati kami tidak membatu.

Buka mata hati! Ketundukan pada Sang Pencipta membuahkan kebaikan dan manfaat dimanapun ia berada. Walau tidak ada yang memberi penghargaan saat ia menyinari, ia akan tulus bekerja untuk memberi. Bagaimana kita, mampu mentauladi dan bersikap seperti mentari. Mari belajar bersama mentari agar hidup kita penuh arti.

Benda ciptaan Sang Illahi Robbi yang mengajari bagaimana mengabdi. Hari ini, kami belajar dari benda bernama matahari yang hanya tunduk pada sang Illahi Robbi. Lantunkan dzikir tiap hari agar mampu meniru akhlak sebuah benda ciptaan Sang Illahi Robbi.

Lafadzkan minumum sekali, “Duhai Tuhan yang membolak-balikkan hati, mantapkanlah hatiku dalam menjalankan agamamu, selalu taat kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan indah beribadah kepada-Mu”.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *