By. Suwarni Sulaiman

Bagi sebagian orang cinta adalah rasa suka yang tertanam dalam hati. Rasa suka selalu identik dengan bahagia, senang dan gembira.

Begitupula cinta seorang ibu kepada anaknya dengan tulus dan tak menuntut fulus.

Realitas yang terjadi adalah cinta yang telah diberikan namun yang memberikan cinta tak selalu menerima balas dengan senang dan bahagia. Walaupun begitu, cinta sang ibu tak pernah pudar.

Dia rela menanggung beban yang amat berat sekalipun antara hidup atau mati berjuang sekuat tenaga asalkan anaknya sehat dan selamat.

Itulah cinta sang ibu.
Hati ibu sebenarnya menangis ketika mendapat perlakuan kasar dari seorang anak tapi sang ibu menahan rasa itu hanya ingin tak terlihat sedih.

Hati ibu tak tega melihat anaknya belum mendapatkan pekerjaan yang layak. Bagi ibu tidak perlu memberikan dia materi asalkan anaknya bisa hidup layak. Itu sudah membuat ibu bahagia.

Bagi ibu tak perlu butuh banyak materi, tak perlu butuh kemewahan, tak perlu butuh kekayaan yang penting adalah anak-anaknya semua dalam keadaan sehat wal’aafiyah.

Dia yang selalu memendam luka walau tersakiti hatinya
Dia yang selalu meredam tangis walau hatinya meringis
Dia yang selalu membalut amarah walau emosi parah
Dia yang terlihat bahagia walau hatinya merana
Dia yang terlihat kuat walaupun raganya tak sehat
Itulah dia ibu yang cintanya tak lekang oleh waktu.
Semua itu dilakukan karena cinta.
Tetaplah jadi ibu yang kuat
Tetaplah jadi ibu yang hebat
Tetaplah jadi ibu yang sehat
Berjuang meraih Jannah dengan semangat.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *