Tulisan ini dimuat di kolom Hikmah Republika Tanggal 9 November 2021, bisa diakses di https://republika.id/posts/22012/bencana-ilmu
Oleh: Ade Zaenudin

Lupa adalah sesuatu yang biasa bagi manusia, namun siapa nyana, ternyata lupa juga bisa menjadi sebuah bencana. Rasulullah SAW bersabda, “bencana ilmu itu adalah lupa, dan menyia-nyiakan ilmu adalah pada saat menyampaikannya pada orang yang bukan ahlinya.”

Mari kita qiyas-kan pada seorang pecinta burung, untuk mendapatkannya diperlukan perjuangan, kesungguhan, serta alat penangkap terbaik agar burung didapat tanpa cacat, begitu juga dengan proses mendapatkan ilmu, perlu perjuangan, kesungguhan serta strategi yang jitu agar ilmu didapat dengan sempurna.

Saat burung sudah dikuasai, maka rawatlah dengan baik dalam sebuah tempat yang nyaman agar tidak sampai kabur, ilmu juga seperti itu, harus dijaga, dirawat dengan cara diingat, dihafal dan diamalkan secara kontinyu dan konsisten, bahkan diikat dengan dalam sebuah tulisan.

Jika suatu saat burung itu hendak diberikan kepada orang lain, maka pastikan orang yang menerimanya adalah pecinta sejati burung agar bisa dijaga dengan baik, tidak disia-siakan. Begitu juga dengan ilmu, sampaikan pada ahlinya, yaitu orang-orang yang mencintainya agar ilmu tidak menjadi sia-sia.

Ada beberapa hikmah yang bisa didapat dari hadits tersebut, diantaranya: Pertama, pentingnya menjaga ilmu agar ilmu bisa menjaga kita dari segala rintangan kehidupan sehingga memudahkan kita masuk ke surga, Nabi SAW bersabda, “siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah SWT akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”

Kedua, pentingnya ikhtiar agar terhindar dari sifat lupa. Para salafus shalih sudah banyak memberikan contoh, tuntunan serta tauladan agara ilmu tetap terjaga, Imam Bukhari misalnya, senantiasa menjaga kesucian saat menimba ilmu, senantiasa wudhu dan shalat sunah saat hendak menulis. Imam Syafi’i pun pernah berkata, “ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak akan masuk ke dalam hati orang-orang yang selalu maksiat.”

Abu Hurairah RA secara khusus berdoa agar terhindar dari lupa, Allohumma innii as’aluka ilman laa yunsaa, ya Allah saya memohon kepada-Mu ilmu yang tidak pernah dilupakan. Mari kita amalkan doa yang baik ini.

Ketiga, pentingnya mengamalkan ilmu, karena dengan mengamalkannya, ilmu akan tetap terjaga bahkan manfaatnya akan berlipat ganda, seperti yang diisyaratkan pepatah Arab, Al-ilmu bilaa amalain kasysyajarin bila tsamarin. Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tak berbuah.

Keempat, pentingnya menjadi pecinta ilmu karena dengan cara itu kita bisa tetap ada di barisan ahli ilmu, dengan cara itu pula para penyebar ilmu tidak merasa sia-sia menyampaikan ilmunya kepada kita.

Ilmu adalah pelita bagi kehidupan manusia, menjaganya membuat kita semakin terjaga, memuliakannya membuat derajat manusia semakin mulia, seperti yang disampaikan Allah SWT dalam surat al-Mujadalah ayat 11, “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”Wallohu a’lam.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *