Oleh: Moh. Anis Romzi

Momentum Hari Guru Nasional ke-75 tahun 2020. SMPN 4 Katingan Kuala kembali mewadahi kreativitas peserta didik. Sebuah kompetisi untuk menumbuhkan potensi peserta didik. Ini merupakan salah satu misi sekolah yakni memfasilitasi minat dan bakat peserta didik guna mencapai prestasi. Sekolah menyadari bahwa setiap peserta didik unik dan didukung untuk berkembang. Kompetisi literasi tanpa batas untuk praktik diferensiasi dalam pembelajaran nyata.

Ungkapan Ekspresi peserta didik kepada guru menuju adalah upaya untuk meningkatkan kecerdasan literasi. Kompetensi literasi adalah  kemampuan memahami, Kompetensi literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengevaluasi berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan dunia agar dapat berkontribusi produktif di masyarakat( Asesmen nasional,kemdikbud,2020).

Belajar tidak hanya sekadar kelas. Penanda waktu dapat menjadi tema bersama. Guru dan murid saling belajar. Apa, dengan siapa, di mana saja dapat menjadi bahan belajar. Hari Gitu Nasional saat yang tepat untuk itu. Tanpa ruang kelas, namun membangkitkan kreativitas. Saya menamakan ini salah satu praktik baik merdeka belajar. Di mana perbedaan bakat dan minat dihargai menuju satu tema yang sama.

Penyeragaman adalah penindasan kebhinekaan. Perlu penerapan diferensiasi dalam apresiasi karya. Ini karena setiap peserta didik memiliki kecenderungan yang berbeda. Paling tidak mereka memiliki gaya belajar yang berbeda. Inilah yang perlu diapresiasi dalam pembelajaran. Berbeda untuk saling menguatkan dalam pembelajaran. Sebuah gagasan untuk mewujudkan cita dalam lambang negara Bhinneka Tunggal Ika.

Lomba kreasi tanpa batas adalah bentuk praktik pengetahuan terhadap keberagaman. Semua potensi positif peserta didik layak dikembangkan. Kita sering menyangka bahwa pelajar cerdas adalah mereka yang hanya memiliki nilai pengetahuan tinggi. Itu bisa saja benar, namun tidak sepenuhnya. Ada ragam kecerdasan hari ini yang belum diapresiasi secara tepat oleh satuan pendidikan. Sebagian besar penilaian masih berorientasi pada gaya audiolingual dan kecerdasan linguistik.

Ada puisi, video, cerpen, gambar, ucapan karya peserta didik telah diproduksi. Ini adalah kabar gembira. Para peserta didik begitu antusias berpartisipasi dalam lomba kreativitas tanpa batas ekspresi untuk guru. Ini menunjukkan bahwa nilai kreativitas sudah mulai terbangun. Hanya tinggal memerlukan konsistensi untuk melakukan pendampingan. Konsistensi ini penting sebagai upaya menuju inovasi sekolah dari sudut pandang capaian Standar Kompetensi Lulusan peserta didik.

Hambatan dalam pelaksanaan asah kreasi tanpa batas berkisar pada orisinalitas. Lebih dari 90% peserta didik telah berkarya. Ini dapat dianggap sebagai kreatif. Mudahnya mengambil informasi dari internet memiskinkan orisinalitas karya. Ini karena pertama maka perlu disempurnakan. Kekurangan yang ditemukan dijadikan bahan untuk perbaikan kegiatan serupa pada masa yang akan datang. Kreativitas pada mulanya, orisinalitas menuju kualitas hasil karya peserta didik.

Perlu ada perbaikan dari setiap aksi pembelajaran. Ini tertuang dalam evaluasi dan rencana tindak lanjut kegiatan. Kelemahan yang ditemukan segera diperbaiki dengan sebuah tindakan baru. SMPN 4 Katingan Kuala menyadari bahwa tidak ada yang sempurna. Berkaitan dengan itu maka semangat perbaikan terus-menerus harus menjadi internalisasi dalam diri Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Duduk dan belajar bersama melakukan evaluasi wajib hukumnya. Inilah upaya menuju kualitas pembelajaran.

Merdeka Belajar Harapan menjadi manusia Indonesia berkarakter, literat, dan numeratif. Sebuah harapan ideal yang memerlukan semangat. Hari Guru Nasional 2020 momentum untuk membangkitkan semangat mewujudkannya. Majulah pendidikan Indonesia.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 26/11/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *