Arisan Dunia Akhirat
Cicik Setyorini

“Bang, kapan nih arisan kita dimulai?” sapa renyah seorang emak penyuka arisan.
“Waduh, Bundo … arisannya mah udah dimulai dari kemarin ama si Abah. Bundo kemana aja?” Si Abang menyahut cepat, “Jadual Bundo nyetor tiap Jumat ya, jangan lupa dan jangan ngilang lagi, Bun.”
Arisan apaan tiap Jumat kudu nyetor? Berapa besar itu duit yang musti dipunya?
Kepo? Gak apa … Begini nih, ini arisan beda banget dengan arisan di sebelah. Gak perlu duit. Setorannya cukup berwujud deretan kata membentuk kalimat bermakna. Terserah mo berapa puluh kalimat yang mo disetorin, suka-suka yang ikutan arisan sajalah, plus kuota buat kirim setoran.
Trus? Apa yang didapet? Gak enak amat buat yang dapet.
Siapa bilang gak enak? Pernah dengar apa tidak tentang ini nih, “Sampaikanlah dariku walau satu ayat?” Nah … arisan satu ini diilhami dari kalimat tersebut, teman.
Satu kalimat yang tergores dalam hadits riwayat Bukhari nomor 3461;
“Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”
Pesan Rasulullah tersebut memiliki makna ajarkanlah ilmu yang dimiliki walaupun satu ayat = satu kalimat. Berbagai Ilmu yang dipunya, hendaklah tidak disimpan, sendiri, dituangkan dalam rangkaian kalimat yang bermanfaat, menceritakan, dan mengingatkan tentang kebaikan, kemudian sampaikan kepada orang-orang.
Apakah ada kerugian bagi yang menuliskannya? Hingga ia merasa tidak mendapatkan apapun. Sepertinya tidak. Sebuah nasehat menepiskan kesia-siaan atas kebaikan.
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Kebaikan yang dimaksudkan adalah kebaikan ukhrawi maupun duniawi. Balasan kebaikan yang diberikan akan didapatkan saat di akhirat, dan balasan kebaikan yang akan dinikmati di dunia.

Sehingga bagi yang nyetor ama yang dapet sama-sama senengnya. Tidak ada yang kehilangan dan keduanya mendapatkan kebaikan bersama balasannya.
Rugi ikutan arisan ini? Insyaa Allah tidak.
Begitulah dinamika yang terjadi dalam sebuah komunitas menulis yang menamakan dirinya “KALIMAT” akronim dari Komunitas Penulis bagi Indonesia Bermartabat. Selalu ada ide, selalu ada motivasi, dan selalu ada karya literasi.
Arisan tulisan berhadiahkan kebaikan menyeruak awali tahun kedua hadirnya KALIMAT di dunia literasi.

Barakallahu fii kum.

Sumber https://rumaysho.com/9641-keutamaan-mengajarkan-ilmu.html

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *