Oleh: Moh. Anis Romzi

“Kawan-kawan dalam rangka hari ulang tahun guru kita Pak Cah kita mengadakan Ngarti (Ngaji Virtual Literasi).” Ade Zaenudin Sang Ketua memberi komando. Itu adalah hasil rapat koordinasi pengurus KALIMAT. Rapat yang dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2020.

Ngarti Kalimat bertajuk SILATURAHIM PENULIS NASIONAL 2020. Sang Ketua sangat mahir membuat akronim penuh makna. Dari segi akronim saya berpendapat sudah sangat jelas. Saya berpendapat lain tentang makna ngarti. Memang sang empu yang berhak memberi makna. Tidak ada salahnya ditambah untuk menguatkan, bolehkan ketua?

Ini agak serius sedikit. Ngarti saya memaknai dengan mengerti dalam Bahasa Indonesia. KBBI V memaknai sebagai kata kerja berarti (telah dapat) menangkap (memahami, tahu) apa yang dimaksud. Dari sini sudah cukup padat makna ngarti. Makna yang kedua ngarti bagi saya adalah memberi arti. Bahwa ini adalah kesempatan bagi seluruh komunitas penulis, KALIMAT utamanya.

Merangkai Kalimat untuk Indonesia Bermartabat adalah tema yang diangkat. Tema besar untuk dijadikan tantangan para penulis Indonesia. Tema ideal membangun peradaban Indonesia dengan tulisan. Saya menyebutnya sebagai tema imajiner utopia. Sesuatu yang bisa diraih namun sulit. Gagasan yang sangat ideal.

“Penulis sejati menjadikan dirinya seakan murid yang mengajukan hasil karangan pada gurunya. Maka beribu pembaca menjadi pengajar baginya, berjuta ilmu akan menyapanya” –Salim A. Fillah. Kata bijak yang sangat berkelas. Sang ustaz layak dinominasikan sebagai penulis kaliber nasional. Quote sang ustaz menyiratkan kedalaman ilmu dan kebijaksanaan. Saya juga mengartikan ada kerendahan hati yang sangat tinggi. Barakallah fiikum.

Menjelang berakhir 2020, mari kita kuatkan tekad mengisi ruang literasi dengan kebaikan. Mari mengaji dan silaturahmi. Ajakan menuju kebaikan yang wajib diikuti. Khususnya seperti saya penulis pemula ini. Inisiatif ketua KALIMAT is the best.

Narasumber Salim A. Fillah (Penulis Buku Sang Pangeran) dan Cahyadi Takariawan (Penulis Buku Wonderful Series) dan puluhan buku yang lain. Untuk Pak Cah menurut saya beliau adalah guru besar para penulis. Seluruh anggota KALIMAT telah dibimbingnya. Tanpa batas waktu walaupun kelas menulis daring telah usai. Pak Cah masih sangat setia berbagi karya.

Persembahan bersama : Angkringan Penulis Indonesia (API), Kalimat, Rumah Literasi Publishing, Kopi SMA, Alineaku Writer, Wonderful Publishing, Ruang Menulis Pak Cah Kegiatan yang direncanakan tanggal 11 dimajukan menjadi tanggal 10 Desember 2020. Itu atas persetujuan Pak Cah mentor KALIMAT. Ini atas arahan Ibu Ida Nur Laila dengan persetujuan Pak Cah. Saya berpikir karena kesibukan Pak Cah memilah waktu yang tepat. Sebagai anggota KALIMAT yang jauh ini saya sih yess aja.

Hadiah sederhana dari KALIMAT berupa buku antologi berjudul Pak Cah Guru Para Penulis. Diinisiasi oleh Agus Susilo Saifullah anggota KALIMAT sekaligus direktur Rumah Literasi Publishing. Saya sering memanggilnya dengan Prof. ASUS. Alhamdulillah proyek yang semula rahasia tuntas sebelum waktunya. Kawan-kawan KALIMAT telah berkarya dalam literasi. Ini adalah praktik yang sangat baik.

Saat pandemi covid-19 belum berakhir, pertemuan virtual menjadi pilihan utama. “Ngarti” (Ngaji Virtual Literasi) merupakan jawaban untuk pertemuan fisik yang tidak memungkinkan. Syaratnya adalah jaringan internet yang memadai. Bagi saya ini masih menjadi teka-teki. Ini karena jaringan internet sering mengalami gangguan. Tetap pertemuan virtual masih yang terbaik untuk saat ini.

Narasumber utama yaitu Pak Cah dan Ustaz Salim A. Fillah. Dua narasumber bidang penulisan yang sangat kompeten. Keduanya tidak perlu diragukan kapasitasnya dalam bidang kepenulisan.

Tradisi membangun budaya literasi Indonesia mulai terbangun. Ada harapan kontribusi signifikan penulis Indonesia melalui Ngarti ini. Semoga Ngarti sukses dan membawa keberkahan. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 09/12/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *