Oleh: Moh. Anis Romzi

Masih di belajar menulis. Sebuah sarana beraneka manfaat. Ada suara hati yang tersampaikan, pengalaman yang dibagikan, pun curhatan yang tidak keruan. Dalam menulis banyak manfaat baik saya rasakan. Saat memaknai sebagai belajar aktivitas menulis sangat menyenangkan untuk dilakukan. Tidak ada rasa was-was akan salah, namanya saja belajar. Namun ada hal penting dalam belajar, harus peningkatan kebaikan dari sebelumnya. Apakah Anda setuju?

Pada awalnya niat sehari 500 kata. Itu sudah dilalui dalam masa sekitar 6 bulan. Saat pandemi covid-19 mulai merebak. Sampai kini belum juga sang pandemi pergi. Ada sekitar 250 judul sudah sampai hari ini ketika memulai sehari 500 kata. Berarti hampir 250 hari pula konsistensi itu diuji. Dalam hitungan kasar boleh jadi lebih dari 6 bulan. Didukung asupan tulisan bergizi dari Pak Cah. Dan juga kawan-kawan KALIMAT yang sangat inspiratif. Apakah ini sebuah pencapaian?

Perlu pemaksaan pada awalnya. Ini seperti pendekatan behaviouristik dalam teori pendidikan. Ketika saya selesai menulis ada kelegaan. Saya bagai mendapatkan pahala apabila selesai menulis, sebaliknya akan merasa ada yang hilang apabila tidak selesai 500 kata dalam satu hari. Setiap lepas isya saya memutuskan sebagai zona waktu menulis saya. Pelajaran dari Pak Cah di KMO alineaku coba saya terapkan. Asal belum selesai, sampai jam 12.00 malam pun tetap akan saya kejar. Alhamdulillah setelah 6 bulan mulai terbiasa. Subyektifitas saya, untuk menulis harus dipaksa pada mulanya.

Setelah biasa berjalan, keterusan. Rasanya sulit berhenti saat jari-jar bergerak di gawai android. Saya memang memilih untuk menggunakan android dan memasang aplikasi office. Saya pikir karena alasan kemudahan. Mobilitas yang tinggi dengan android, menulis dapat dilakukan di mana saja, dan kapan saja. Apalagi saat grup menulis di jejaring media sosial yang sangat variatif, semakin melecut semangat untuk menulis. Biasa menulis menjadi aktivitas yang menyenangkan. Tugas-tugas pekerjaan mudah dan cepat terselesaikan. Saya tidak tahu mengapa? Yang penting menulis.

Saat bertambah, saatnya memilah. Ketika terbiasa menghasilkan tulisan setiap hari maka bolehlah disebut sebagai penulis produktif. Rasanya seperti ke GR an. Fakta bahwa ada produksi maka ada sedikit poin lebih daripada saat pertama kali menulis. Benar, bahwa memulai adalah hal terberat. Saat sudah berjalan semuanya akan baik-baik saja. Namun harus tetap diingat produktif saja belum cukup tetap perlu ditingkatkan. Saat produktivitas bertambah, saatnya memilah untuk hasil yang lebih baik.

Kembali pada niatan awal bahwa menulis adalah aktualisasi diri. Ini adalah niat pertama saat memaksa diri untuk menulis. Dalam istilah medis untuk menambah hormon kebahagian. Dalam KBBI V disebut dengan hormon kortisol yaitu hormon steroid yang dihasilkan oleh korteks adrenal yang mengatur metabolisme karbohidrat, mempertahankan tekanan darah, dan dilepaskan untuk menghilangkan stress.

Ada kebaikan yang ingin dibagi. Melalui tulisan kebaikan dapat dibagi lebih lebar. Itu dapat menembus batas. Bahkan dinding tebal pun dapat ditembus. Apalagi dunia saat ini tanpa sekat. Saking lebarnya kran informasi, tulisan begitu mudah dipublikasikan. Para penulis hanya perlu berhati-hati. Apakah akan ada yang tersinggung atau terlukai perasaannya karena tulisan kita. Teruslah membagi kebaikan lewat tulisan.

Ada harapan yang terus dihidupkan untuk usia kedua yang panjang. Pahala yang bertetapan. Semoga Engkau reda. Dari 500 akhirnya menjadi 1000 juga. Tidak ada usaha yang sia-sia. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng, 5 Februari 2021

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *