Oleh: Moh. Anis Romzi

Menulis adalah aktivitas rohani dan fisik. Keduanya berkaitan erat untuk menghasilkan sebuah tulisan. Itu untuk kondisi normal. Kelengkapan jasmani dan rohani sejatinya adalah peluang terbesar untuk berkarya. Menulis salah satunya. Namun tidak banyak yang tertarik menekuni kegiatan menulis ini. Mayoritas berorientasi pada hasil berupa materi. Jika aktivitas itu tidak menghadirkan keuntungan finansial langsung ia menjadi aktivitas yang langka.

Pada hakikatnya semua bisa menulis. Profesi apapun dapat menjadi penulis. Dari buruh, petani, karyawan, pegawai kantoran, bahkan pengangguran sekalipun bisa menjadi penulis. Menulis juga tidak memandang usia. Anak-anak, remaja, orang dewasa semua bisa. Menulis adalah pekerjaan siapa saja tanpa memandang kasta. Bahkan aktivitas menulis adalah pekerjaan yang tidak mengenal pensiun.

Starting point is difficult. Memulai adalah hal tersulit untuk melakukan sesuatu. Beberapa mendahulukan kekhawatiran pada kegagalan. Siapa saja yang mendahulukan berpikir untuk gagal, maka gagallah ia. Untuk memulai memerlukan satu saja. Keberanian, ia yang harus berdiri di depan untuk memulai sebuah kebaikan. Tidak akan ada lagi kesulitan bagi yang berani melawan ketakutan dalam diri sendiri.

Jika Anda belum menulis. Berikut 5 senjata jika Anda ingin menulis. Senjata yang menghidupkan nyali untuk menulis.

  1. Niat yang kuat.

Saya menempatkan niat sebagai senjata utama untuk memulai menulis. Ia memang tidak terlihat mata. Hasil aksi dalam tindakan mencerminkan kekuatan niat yang ada dalam diri. Niat adalah sepertiga dari keberhasilan. Niat sebagai sengaja haris senantiasa diasah. Niat menulis tertinggi bagi saya adalah ibadah. Ketika niat ibadah ini disandarkan pada Yang Tertinggi, semua akan lancar. Karena Ia adalah pengharapan tertinggi.

  • KBBI dan PUEBI

Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah senjata kedua. Yang ini kelihatan. Kenapa mesti KBBI dan PUEBI? Sejatinya menulis adalah menyampaikan pesan. Jika pesan ini disampaikan di Indonesia pastinya alat yang paling mendasar adalah KBBI. Ia berisi kata yang telah dilakukan. Sekaligus berisi makna sebagai penjelas. Senjata ini memungkinkan Anda untuk mengayakan kosa kata. KBBI adalah standar kata dalam Bahasa Indonesia yang diakui secara nasional. Sedangkan PUEBI untuk mengelola kata menjadi kalimat bermakna.

  • Indera

Anugerah yang tiada tara telah diberikan Tuhan. Ada panca indera yang dapat dioptimalkan untuk melakukan observasi. Manusia dibekali indera yang dapat menangkap informasi dari luar dirinya. Informasi ini diproses oleh otak dan akhirnya mengendap. Menulis merupakan keluaran informasi dari tangkapan indera. Gunakan panca indera Anda sebagai senjata pengumpul informasi. Keluarkan dalam bentuk tulisan menjadi informasi yang bermanfaat.

  • Mendengar, Membaca dan mengamati

Mereka adalah bentuk aktivitas. Jika Anda ingin menulis, patut untuk menjadi pendengar, pembaca, dan pengamat yang baik. Makna baik di sini saya mendefinisikan tidak bertentangan dengan norma kehidupan yang berlaku di masyarakat. Menjadi pendengar, pembaca, dan pengamat dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Kembali ke senjata utama, niat harus ada untuk menghasilkan tulisan.

  • Menulis, menulis, dan menulis.

Ini senjata terakhir jika Anda ingin menjadi penulis. Yakni dengan aksi menulis itu sendiri. Niat, KBBI dan PUEBI, indera, mendengar, membaca, dan mengamati, akan bermakna jika dibuktikan dengan menulis itu sendiri. Makna pengulangan menggambarkan bahwa bagian akhir ini wajib untuk dilakukan. Untuk menghasilkan sebuah tulisan tiada jimat lain selain menulis itu sendiri. Jadi menulislah jika ingin disebut sebagai penulis.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 04/12/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *