banner 728x250

Mengejar Samudera Ampunan

banner 120x600
banner 468x60

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Ali Imran: 133)

Oleh: Agus S. Saefullah
6 Ramadan 1443 H

banner 325x300

Tidak ada seorang pun manusia yang luput dari melakukan dosa. Sejak moyang kita Nabi Adam alaihissalam hingga hari anak cucunya dipastikan mengalami berbuat salah, keliru, lupa dan dosa.

Sering sekali kita mendengarkan kalimat Al-Insan mahalul khatta wa nisyan – manusia tempatnya salah dan dosa. Kalimat ini bukanlah hadits hanya pepatah ulama. Namun, isinya menggambarkan kesungguhan yang ada. Betapa tak seorang pun yang luput dari kesalahan dan dosa.

Pepatah itu menguatkan hadits Nabi berikut,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

 “Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”. (HR Tirmidzi)

Maha Rahman Allah yang ditengah-tengah sifat manusia itu Ia tetap mencintainya. mencintai mereka yang menyudahi serta mengakhiri salah dan dosa dengan taubat.

Imam Al-Ghazali berkata, “Taubat adalah tindakan hati, membersihkan jiwa dari dosa. Dengan taubat, seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah SWT setelah menyesal atas dosa dan maksiat yang dilakukan.”

Itulah yang disebut dengan taubatan nasuha. Secara terperinci taubatan nasuha berarti memenuhi empat hal. Pertama, berhenti melakukan dosa tersebut. Kedua,  menyesali perbuatan dosa tersebut. Ketiga, mengazzamkan diri untuk tidak melakukan lagi dosa tersebut. Keempat, berdoa kepada Allah untuk ditetapkan dalam kebaikan.

Salah satu doa agar ditetapkan dalam kebaikan adalah doa-doa berikut,

رَبَّنَآ اٰمَنَّا بِمَآ اَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ

 “Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian.” (QS. Ali Imran: 53).

رَبَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.” (Q.S Al Mu’minun: 109)

اللَّهُمَّ يا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلبَيْ على دِيْنِكَ،

Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agama-Mu.” (HR. Ahmad).

Selain doa-doa di atas banyak juga doa-doa lainnya yang bisa kita buka lebih lanjut pada kitab-kitab yang membahas mengenai doa-doa yang mu’tabar. Jika kesulitan maka berdoalah dengan bahasa sendiri. Sampaikan dengan permohon yang penuh ikhlas, penuh harap serta penuh pengagungan atas Asma-Nya.

Kemudian timpalah keburuk-keburukan masa lalu oleh semangat berbuat baik sebanyak-banyaknya..

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (QS. Huud: 114)

Terlebih di bulan ramadan ini. Bulan yang juga Allah membukakan pintu ampuan selebar-lebarnya bagi hamba-hamba. Ramadan adalah waktu terbaik untuk kita bertaubat kepada-Nya

“Barangsiapa yang melaksanakan puasa.” Sabda Nabiyullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. “didasari iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” Demikian Al-Bukhari meriwayatkan.

Kejarlah ampunan Allah yang luasnya seluas samudera. Ampunan yang akan membuahkan balasan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di bawah ridha Allah Yang Maha Menyanyangi hamba-hamba-Nya.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Ali Imran: 133)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *