banner 728x250

Istimewa-5

banner 120x600
banner 468x60

Istimewa-5

Oleh: Cicik S

banner 325x300

Kenapa masih ada pencuri? Kenapa masih ada orang yang dengan entengnya menyakiti orang lain? Mengapa masih terdengar begitu banyak kebohongan? Mengapa maksiat masih terjadi?

Pertanyaan bertubi-tubi senada dengan pertanyaan di atas akan terungkapkan kembali ketika bulan Ramadhan tiba. Kalimat-kalimat tanya itu terpicu oleh sebuah hadist
Nabi Muhammad SAW bersabda “Apabila tiba bulan Ramadan maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan-setan dibelenggu.” (HR al Bukhari).

Disampaikan oleh Ani Nursalikah berdasarkan penjelasan KH Ahmad Zahro dalam bukunya Fiqih Kontemporer 3, bahwa hadist tersebut membagi dua kelompok ulama dalam memahaminya, yaitu kelompok ulama tekstualis dan kontekstualis.

Kelompok ulama tekstualis memahami secara apa adanya bunyi hadist tersebut, bahwa pada bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Hal ini agar umat Islam dapat melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya, dan terhindar dari kemaksiatan karena bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia.

Sedangkan kelompok ulama kontekstualis memahaminya sebagai sebuah kiasan. Pintu surga dibuka dikandung maksud bahwa umat islam mudah melaksanakan kebaikan, pun sebaliknya makna kias dari pintu-pintu neraka ditutup.

Sedangkan makna kias dari setan-setan dibelenggu adalah menunjukkan betapa para setan tidak dapat berkutik menggoda umat Islam yang sedang asyik beribadah di saat bulan Ramadhan.

Kita tidak akan berkutat pada perbedaan sudut pandang kedua belah pihak. Pada intinya keduanya menyampaikan bahwa di saat bulan Ramadhan yang mulia, yang istimewa tiba, umat Islam sangat ringan melaksanakan kebaikan dan hampir tidak sempat untuk mendekat pada kemaksiatan.

Mengapa hampir?

Karena kalimat-kalimat tanya di atas selalu muncul kembali dengan sebab masih dijumpai kemaksiatan di bulan Ramadhan.
Ketika kemaksiatan itu terjadi di bulan Ramadhan menggambarkan manusia yang tidak mampu menahan hawa nafsunya, sehingga puasanya batal atau hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *