Oleh Darul Baihaki

Wawajadaka aa-ilan fa-aghnaa
( dan dia (Allah) mendapatimu (Muhammad) sebagai seorang yang kekurangan, lalu dia beri kecukupan).

Allah berikan kecukupan kepada nabi Muhammad tetapi harus dengan qona’ah.

Dengan qonaa’ah nabi seakan – akan walaupun sera kecukupan maka kedudukannya sederajat dengan batu atau dengan emas dan tidak ada dalam hati nabi keadaan sama derajat dengan tuhan engkau.

Ada yang berpendapat kalimat Fa-aghnaa dengan penafsiran bahwa Allah berikan kecukupan kepada nabi dengan adanya harta dari saidina Abu Bakar dan kehebatan saidina Umar.

Diceritakan sesungguhnya saidina Umar berkata kepada kepada nabi ketika ia masuk Islam, bahwa kami dan para sahabat pada waktu itu sdh menyembah Allah secara rahasia wahai rasullah dan kami menyembah patung latta dan uzza keadaan jelas atau terang terangan. Seraya nabi menjawab dihadapan mereka : Hasabakallahu wa aana perkataan nani sesuai dengan firman Allah yang berbunyi Hasbukallahu wa man tabaaka minal mu’miniina

Ada juga yang berpendapat Allah berikan kecukupan kepada nabi dengan mendaapatat pendidikan dari Abi Thalib juga Allah berikan kecukupan nabi dari harta Khadijah

Setelah berteman dengan Khadijah kemudian juga Allah berikan kecukupan dari harta Abu Bakar

Setelah berteman dgn Abu Bakar kemudian Allah berikan kecukupan nabi dengan harta Abu Bakar kemudian nabi diperintahkan untuk berhijrah ke kota Madinah. Di kota Madinah nabi diberi kecukupan dengan mendapat pertolongan dari kaum Anshor.

Kemudian Allah perintahkan nabi untuk berjihad. Dengan berjihad nabi diberi kecukupan dengan harta ghanimah sehingga nabi bersabda Allah berikan rizki ini dibawah naunganmu.

Sumber Tafsir Al Munir
Pengarang Syekh Nawawi Tanara Banten

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *