MaryatiArifudin, 19 November 2020

Memoriku termotivasi bergegas menyambut panggilannya. Siapa yang belum mengenal Beliau pasti merugilah. Pesan-pesan kebaikan selalu Beliau sampaikan dengan gamblangnya saat menyampaikan tauziah. Pesan tuk bersegera mencari pahala endos bagi siapa saja mumpung masih mempunyai kuasa untuk berbuat yang terbaik.

Ustadaz Abdul Somad menyapaikan ke pendengar setia tuk berburu pahala endos. Pahala yang boleh digapai oleh siapa saja. Jelas Beliau dalam ceramahnya disampaikan tuk mencari bekal kebaikan banyak ragamnya. Ibarat iman dipraktekkan cukup dengan tiga kekuatan. Kekuatan dengan hati, kekuatan lisan dan kekuatan melalui tangan.

Jika keburukan atau kejahatan telah meraja lela. Apa yang harus kita lakukah? Peran kita sebagai manusia dapat melakukan perubahan yang paling lemah adalah dengan hati saja. Doa yang paling tulus jika muncul kemaksiatan, ” mudah-mudahan peluku kemaksiatan sadar”. Pencegahan kemaksiatan hanya bisa ditorehkan lewat hati saja, memang belum punya kekuatan apapun tuk berbuat. Hal itu lebih baik, daripada kita cuek tidak peduli dengan musibah besar itu.

Sungguh jika kemaksiatan meraja lela, maka dampak terbesar azab itu bukan hanya pelakunya saja. Namun, semua warga akan terkena getahnya. Coba tengok ujian sunami di Aceh? Entah apa gerangan penyebab musibah itu? Hendaknya kita sadar diri bahwa yang berbuat kemaksitan satu atau beberapa orang. Namun, sebagian Serambi Mekah terluluh lantahkan. Peristiwa besar itu, hendaknya menjadi momentum pengingat! Bahwa jika Tuhan Yang Esa menurunkan musibah kita tak mampu menghindar tanpa izin-Nya.

Cegah dengan hatimu jika ada kemungkaran, namun itu selemah-lemah iman. Jika muncul kemungkaran akan lebih baik hasilnya jika dicegah dengan lisan dan tanganmu, jika dirimu mampu. Pencegahan kemungkaran dengan menggunakan tangan atau kekuasaan, hanya bisa dilakukan oleh seseorang pemegang amanah jabatan. Gunakan jabatan sebagai mensport kebaikan, maka itulah yang disebut dengan pahala endos.

Dengan kekuatan tangannya mereka mampu membuat perubahan menuju kebaikan. Disinilah, letak pemimpin saat menjalankan amanahnya sedang diuji. Seorang pemimpin yang mampu mengajak kebaikan masyarakatnya tuk tunduk pada sang Penciptanya. Pemimpin yang dengan kebijakannya mengedepankan nilai-nilai spiritualnya dan  mengedepankan akhlak bagi warganya. Sungguh! Amanah pemimpin seperti itu akan menjadi ladang pahala endos yang selalu ditunggu oleh masyarakat yang beradab.

Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Wahai Abdurrahman, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika kamu diberi jabatan karena permintaan maka tanggung jawabnya akan dibebankan kepadamu. Namun jika kamu diangkat tanpa permintaan, maka kamu akan diberi pertolongan.” (HR Muslim)

Sungguh pertanggungan jawaban seorang pemimpin sangat berat. Seorang pemimpin pasti akan dimintai pertanggung jawabannya. Gunakan amanah itu, untuk memetik pahala endos. Gunakan jabatan yang diemban, tuk mengajak pada perubahan peradaban yang terbaik. Peradaban warganya tuk tunduk pada aturan Tuhan Yang Maha Esa. Bangunlah peradaban yang mengutamakan nilai-nilai spiritual, akhlak dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebelum pertanggung jawaban akhir datang, perbaiki langkah tuk menjalan amanah dengan benar.

“Seorang budak adalah pemimpin bagi harta tuannya, dan ia bertanggung jawab atasnya. Maka setiap dari kalian adalah adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR Abu Dawud). Jadikan diri kita tuk menjadi pemimpin yang takut akan azab-Nya. Ingat! Setiap diri ini juga pemimpin minimal memimpin diri sendiri tuk melakukan yang terbaik. Agar, selalu menjauhkan diri dari napsu-napsu lain yang menyimpang dari aqidah yang lurus

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *