Oleh: Darul Baihaki, S. Ag

Alam yajidka yatiiman fa aawaa.
( bukankah Allah mendapatkanmu sebagai seorang yatim, lalu Allah melindungimu )

Huruf hamzah pada kalimat (الم ) dengan dibaca panjang ( مد ) maka memiliki arti Allah titipkan engkau kepada orang yang bisa menjaga atau menanggung engkau.

Telah membaca Abul Asyhab lafad fa aawaa _( فاوي )_dengan stulasi majid maka lafaz faawaa memiliki arti Allah menyayangimu.

Diriwayatkan, sesungguhnya ketika Abdullah bin Abdul Muthalib wafat nabi berusia enam bulan dalam kandungan ibunya. Beberapa bulan kemudian nabi di lahirkan. Nabi bersama Abdul Muthalib ( kakenya) dan juga bersama ibunya yaitu Aminah. Kemudian Aminah wafat, rasullah pada waktu itu berusia enam tahun dan rasulullah dirawat oleh kakenya.

Kemudian berselang dua tahun kakenya pun wafat dan usia rasullah delapan tahun. Sebelum wafat Abdul Muthalib berwasiat kepada Abi Thalib ( paman rasulullah) bahwa Abi Thalib harus bisa mengayomi rasulullah.

Rasulullah di asuh oleh pamannya yaitu Abi Thalib sampai rasulollah diutus menjadi nabi dan Abi Thalib terus menolong nabi dari ancaman musuh – musuhnya yaitu orang – orang kafir.

Kemudian Abi Thalib pun wafat. Allah menamakan dengan kejadian – kejadian tersebut di atas adalah sebagai nikmat.

Diriwayatkan, sesungguhnya Abi Thalib bercerita kepada saudaranya yaitu Abu Abbas dan Abi Thalib berkata : saya ceritakan kepada engkau ( Abu Abbas) tentang Muhammad, tentang kejadian – kejadian yang saya lihat pada dirii Muhammad.

Abu Abbas pun menjawab iya, saya akan dengarkan. Abi Thalib bercerita : saya mengayomi Muhammad sehingga saya berkewajiban menjaganya tidak pernah perpiasah walau sesaat pun,baik itu malam hari atau siang hari sehingga tidur pun saya satu selimut dengan Muhammad. Hingga saya tertidur dalam satu selimut.

Pada waktu saya tertidur dengan satu selimut dengan Muhammad ada yang memerintah Muhammad pada malam itu untuk melepaskan baju Muhammad dan Muhammad tidur dengan saya ( Abi Thalib). Kemudian saya lihat wajah Muhammad keadaan marah seakan akan ia kurang senang kalu saya melihat dirinya. Dan ia memerintahkan saya untuk memalingkan peglihatan saya sampai – sampai ia berkata wahai paman palingkan penglihatanmu dari diriku karena aku akan membuka bajuku dan tidak boleh seorang pun melihat tubuhku.

Sampai saya Abi Thalib) pun merasa heran dengan ucapan Muhammad. Maka saya memalingkan pandangan saya kemudian nabi masuk ke dalam selimut. Pada waktu saya masuk juga kedalam selimut bareng dengan Muhammad maka yang terjadi antara saya dengan Muhammad terdapat baju yang sangat lembut dan saya mencium wewangjan yang sangat wangi seperti minyak misik padahal sy tidak melihat sesuatu baik minyak atuau pun yang lainnya. Tubuhnya sangat wangi walau pun tubuhnya tidak di baluri minyak wangi. Dan peristiwa seperti itu terjadi sampai benerapa kali.

Beberapa kali kejadian saya suka kehilangan Muhammad dalam satu selimut. Ketika saya bangun saya mencari Muhammad tetapi ada suara Muhammad memanggil saya kata Muhammad wahai paman kembalilah.

Ada juga kejadian yang mengherankan terhadap diri Muhammad. Klu mau makan ia menyebut kalimat bismilahi ahad dan setelah makan Muhammad menyebut kalimat _alhamdulillah

Dan juga yang membuat heran bahwa Muhammad itu tidak pernah berbohong, tidak pernah tertawa terbahak bahak, akhlaknya tidak jahiliyah dan ia tidak pernah bermain dengan anak sebayanya.

wawajadaka dhaalan fahadaa
( dan Allah mendapatimu sebagai seorang yang keadaan bingung lalu Allah berikan petunjuknya).

Allah mendapatkan nabi dalam keadaan sepi dari syariat, maka Allah berikan petunjuk kepada nabi dengan menurunkan hidayah kepadanya.

Ada juga yang berpendapat Allah mendapatkan nabi dalam keadaan bimbang dari abdul Muthalib, maka Allah tambahkan syariat kepada nabi.

Telah diriwayatkan sesungguhnya nabi berkata : saya bingung bererta kakek yaitu Abdul Muthalib pada waktu itu saya masih kecil keadaan lemah sampai lapar menghantui saya dan bisa membunuhku maka dalam keadaan seperti itu Allah berikan hidayah kepadaku.

Diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas sesungguhnya nabi keadaan bingung karena nabi berada pada lingkungan kota Mekkah yang masih keadaan jahiliyah. Nabi masih kecil dan kakek nabi mengajak atau menuntun nabi ke ka’bah seraya Abdul Muthalib berkata wahai tuhan kembalikan anak saya atau cucu saya yaitu Muhammad maka tuhan pun mengembalikan nabi sehingga nabi nurut kepadaku.

Setelah Abdul Muthalib kembali dari Ka’bah, Abu Jahal menghampiri Abdul Muthalib dengan mengendarai onta dan duduk di atas onta dan Muhammad berada dibawahnya, Abu Jahal pun berkata engkau ( Abdul Muthalib) saya tidak mengerti apa sih yang engku banggakan dari cucu engkau. Abdul Muthalib menjawab ada apa denganmu mau tau dengan urusanku,

Abu Jahal menjawab saya ini mengendarai onta dan sy naik di atas onta dan Muhammad ada di belakang omtaku tetapi ontaku tidak mau berjalan malahan ontaku duduk sabil tengkureb.

Dan ketika Muhammad berada di depan ontaku . Maka ontaku mau berdiri dan berjalan berjalan . Dan onta pun berkata wahai orang yang sedang bingung bahwa engkau akan menjadi Imam atau nabi kenapa engkau berdiri di belakangku saya tidak mau berjalan kecuali engkau berada di depanku.

Berkata Ibnu Abbas Allah kembalikan Muhammad kepada kakenya karena ditakutkan akan dikiuasai oleh musuh – musuhnya. Sebagaimana kisah nabi Musa diselamatkan dari musuh – musuhnya.

16 November 2020
Sumber Kitab Tafsir A Munir
Pengarang Syekh Imam Nawawi Al Bantani

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *