Oleh: Moh. Anis Romzi

Kemampuan manajerial adalah wajib dimiliki seorang Kepala Sekolah. Ini adalah kompetensi yang harus terus dikembangkan oleh seorang Kepala Sekolah. Ia adalah salah satu dari tiga kompetensi utama yang merupakan tugas wajib. Suoervisi dan kewirausahaan adalah dua sisa kompetensi yang lain.

Ini meliputi kemampuan merencanakan, melaksanakan, memeriksa, dan mengevaluasi seluruh kegiatan sekolah. Kepala Sekolah bertanggung jawab penuh atas keterlaksanaan kegiatannyang telah direncanakan. Agar berjalan efektif dan efisien kemampuan memberdayakan sumber daya sekolah sangatlah penting. Kepala Sekolah kekinian mampu mendistribusikan peran kepada semua. Karena hakikatnya semua adalah pemimpin. Distribusi wewenang dan tanggung jawab yang tepat dapat mempermudah tercapainya tujuan dalam perencanaan.

Perencanaan adalah tahap mula dari kompetensi manajerial. Sumber data perencanaan dapat diambil dari beberapa sumber. Di antaranya adalah hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS), Rapor Muti dari isian Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP), masukan dari Komite Sekolah dan masyarakat, dan sumber lain yang dianggap perlu. Ini dimaksudkan agar perencanaan terarah dan tepat sasaran.

Hasil produk dari kompetensi manajerial adalah Rencana Kerja Sekolah (RKS). Ini merupakan induk dari seluruh perencanaan di sekolah. Ini merupakan acuan yang digunakan sekolah dalam bekerja. RKS meliputi RKJM, RKAS, dan RKT. RKJM adalah Rencana Kerja Jangka Menengah. Itu merupakan rencana yang disusun dalam kurun waktu empat tahunan. RKJM berisi rencana pencapaian 8 Standar Nasional Pendidikan yang dibuat oleh sekolah.

Hasil akhir dari kompetensi manajerial adalah Standar Kompeten lulusan Peserta didik. Sekolah merupakan pembentukan karakter kedua setelah keluarga. Aplikasi kompetensi manajerial harus memberikan dampak nyata kepada hasil lulusan. Memang tidak mudah mengelola manusia. Ada turun dan naiknya. Namun sulit bukan berarti tidak mungkin. Sebagaimana hakikat pendidikan bahwa ia adalah upaya sengaja untuk merubah dari satu keadaan kepada keadaan lain yang lebih baik.

Kompetensi manajerial tidak berdiri sendiri. Ia terintegrasi dengan dua kompetensi utama lainnya. Kedua kompetensi itu adalah supervisi dan kewirausahaan. Ketiganya berjalan beriringan didampingi jiwa kepribadian dan sosial yang mantap. Akumulasi dari kompetensi-kompetensi ini melahirkan sosok Kepala Sekolah yang ideal. Sosok yang dicintai-citakan dari hasil sebuah pelatihan. Ataupun sebuah penguatan kompetensi Kepala Sekolah.

Makna dari manajerial memberdayakan. Ini adalah keterampilan tingkat tinggi yang harus dimiliki seorang pemimpin. Sebagai sebuah keterampilan ia dapat dilatih. Salah satu upaya melatih keterampilan ini adalah dengan pelatihan. Selain itu membaca juga bagian dari menguatkan kompetensi ini. Tidak kalah penting bertukar pengalaman baik dengan sesama kepala sekolah juga dapat dilakukan. Pengembangan diri Kepala Sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Termasuk dengan penguatan kompetensi manajerial ini.

Tujuan dari manajerial adalah memudahkan langkah dalam mencapai tujuan. Ini berhubungan dengan orang. Manajerial adalah sifat yang harus dimiliki seorang manajer. Sifat ini diharapkan melekat dalam diri seorang Kepala Sekolah. KBBI V memaknai manajer adalah orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama antar berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran. Makna yang lain masih dari KBBI V manajer adalah orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.

Sekolah merdeka adalah sasarab dan tujuan ideal manajerial Kepala Sekolah. Student wellbeing adalah output dari kompetensi manajerial Kepala Sekolah. Dan pada bagian akhir dari kompetensi ini adalah tercapainya Standar Kompetensi Lulusan. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 16/11/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *