Oleh: Ade Zaenudin

Satu saat Rasulullah SAW menerima dua orang tamu, Amr dan Ibad. Rasul merasa ada yang ganjil dengan posisi duduk kedua tamunya itu, posisi duduk mereka semakin mendekat. Saat Ibad mendekat ke posisi kanan Rasul, Amr mendekat ke posisi kiri, Ibad kemudian ke posisi depan, Amr pun ke posisi belakang.

Merasa aneh, Rasul kemudian menengadah ke atas, dapatlah petunjuk bahwa kedua orang tersebut adalah orang jahat yang hendak membunuhnya. Rasul pun menyerahkan sepenuhnya kepada Allah atas apa yang akan menimpa dirinya.

Ibad memberi kode kepada Amr yang ada di posisi belakang Rasul, seketika Amr melesatkan pedangnya tanpa diketahui Rasul, namun seketika pula menghentikan gerakan tangannya. Obrolan pun dilanjutkan.

Kedua kalinya Ibad pun memberi kode, Amr segera melesatkan pedangnya, namun lagi-lagi menghentikan gerakan tangannya seperti kejadian sebelumnya.

Kesempatan ketiga datang, Ibad memberi kode kepada Amr untuk segera menebas Rasul dengan pedangnya, namun lagi-lagi kejadiannya sama seperti yang pertama dan kedua tadi.

Merasa aneh, akhirnya Ibad bertanya pada Amr, bahkan perbincangan mereka didengar oleh Rasul, wahai Amr sebenarnya apa yang terjadi, berkali-kali kamu menghentikan gerakan pedang.  Bagaimana aku tidak menghentikan, setiap kali pedang aku lesatkan, tiba-tiba Rasul hilang dan anehnya justru kamu yang menggantikan posisi Rasul wahai Ibad, bagaimana mungkin aku menebas kepalamu, maka seketika aku hentikan tebasan pedangnya. Menyaksikan mukjijat tersebut, akhirnya Amr pun menyatakan syahadatnya.

Subhanalloh, Alhamdulillah, Allohu Akbar.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *