Oleh: Moh. Anis Romzi

Kesetiaan pada organisasi adalah kunci kemajuan. Gambaran loyalitas disebut sebagai kesetiaan. Ini ditunjukkan dari kinerja yang tinggi. Pertanda ada kesetiaan dibuktikan dari fokus seseorang dalam bekerja. Ia tidak bercabang baik dalam pikiran maupun tindakan. Namun tidak semudah ucapan itu dilakukan. Adakalanya kesetiaan berharap balikan. Itu dapat berupa penghargaan, materi atau sejenisnya. Maju mundurnya sekolah diprediksi dari tingkat kesetiaan orang-orang yang ada di dalamnya.

Nilai kesetiaan dapat diukur dari pengorbanan yang diberikan pada tempat bekerja. Ini adalah bentuk pengabdian. Loyalitas dapat terlihat dari kesetiaan dan komitmen dalam bekerja. Sekolah sebagai organisasi pembelajaran memerlukan tampilan pekerjaan yang berdaya hasil tinggi. Ini menggambarkan profesionalitas orang-orang yang ada di dalamnya. Merawat orang lebih penting dari pada sebuah program yang mercusuar.

Kesetiaan bukan kepada figur, melainkan kepada nilai. Ini akan berjalan mulus bila sandaran loyalitas adalah nilai. Siapa pun orang yang ada di garda depan tidak akan menjadi masalah. It is called by a System works. Sistem ini akan menuntun menuju pada tujuan. Tugas pemimpin memegang kendali untuk hal ini. Kemampuan mengorkestrasi sumber daya manusia menjadi kompetensi penting. Nilai kesetiaan dapat dibangun dari kepemimpinan yang memberdayakan dan egaliter. 

Apa saja akan diberikan bagi yang memiliki kesetiaan. Hasil kerja yang tinggi, pribadi yang terus belajar dan intinya adalah kualitas pembelajaran. Tanda kesetiaan seorang pendidik itu mendampingi dengan sepenuh hati. Tidak dengan hati yang setengah-setengah. Ada tanggung jawab moral yang harus ditunaikan. Setialah pada tempat Anda bekerja. Saat ini mungkin belum memberi kemapanan, namun setidaknya memberi kehidupan.

Bentuk-bentuk ujian loyalitas pada sebuah organisasi. Penghargaan yang tidak sesuai harapan salah satunya. Pendapatan dalam bentuk materi dapat menjadi ujian yang lain. Namun apabila semua kembali kepada sistem nilai ujian itu akan gugur. Ia akan mudah dilalui. Rasa syukur menjadi kata kunci. Ini yang akan mendasari loyalitas dengan kokoh. Organisasi pembelajaran adalah mereka yang fokus pada peningkatan terus-menerus di dalam wajahnya. Ujian loyalitas itu untuk diselesaikan, bukan untuk dihindari.

Seseorang dapat memiliki loyalitas dapat bersumber dari dua hal. Pertama faktor internal, sedangkan yang lain adalah faktor eksternal. Menurut Walgito via Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri  Humaniora vol. 3 nomor 1 2015 menyatakan bahwa loyalitas yang ada pada diri seseorang dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah kondisi fisiologis dan psikologis. Sedangkan faktor eksternal meliputi situasi yang dihadapi individu, norma-norma dan berbagai hambatan dan dorongan yang ada di masyarakat.

Kesetiaan pada lembaga merupakan tanda konsistensi. Ibarat sebuah perahu, jika terjadi antara arah dan tujuan maka akan ada guncangan dalam perjalanan. Ini karena ada ketidaksamaan tujuan pada penumpang yang ada di dalamnya. Kesadaran pada cita-cita awal sering sekali tergoda. Tentu tidak serta merta godaan itu berdiri sendiri. Kecenderungan menoleh pada yang lain sering menjadi penyebabnya. Perasaan lembaga lain lebih menarik, lebih menyejahterakan. Niat awal harus dikembalikan saat berangkat mengabdi.

Loyalitas kunci kemajuan organisasi pembelajaran. Ini mengandung makna fokus pada tujuan organisasi sebagai tujuan bersama. Jika orang-orang yang ada di dalamnya setia mereka akan memberikan yang terbaik yang dimiliki. Ini akan memberikan nilai tambah yang sangat besar pada organisasi. Tunjukkan kesetiaan dengan memberikan yang terbaik. Kesetiaan adalah tekat terbaik menuju kemajuan. Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 14/11/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *