Oleh: Ade Zaenudin

Di Mesir ada seorang ulama, ahli ibadah, sufi bernama Dzun Nun Al Misri.

Satu saat Dzun Nun Al Misri bersama putri kecilnya mencari ikan di laut. Seekor ikan terperangkap di jaringnya. Saat sang putri hendak mengambil ikan tersebut, dilihatnya ikan sedang menggerak-gerakan kedua bibirnya. Sang putri kemudian melepas kembali ikan tersebut ke lautan.

Wahai putriku, kenapa kau lepas lagi ikan tersebut? Putrinya menjawab, saya tidak rela makan makhluk Allah yang sedang berdzikir. Lalu apa yang harus kita lakukan? Tanya sang ayah. Kita bertawakkal kepada Allah, Insya Allah, Allah akan memberi rizki kepada kita dari sesuatu yang tidak sedang berdzikir kepada-Nya.

Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak mencari ikan, mereka bertawakkal kepada Allah SWT, dan hari itu pun mereka tidak mendapatkan makanan.

Malam selepas Isya, Allah turunkan hidangan beraneka ragam untuk mereka. Subahanalloh, ternyata Allah turunkan hidangan itu setiap malam, selama bertahun-tahun.

Dzun Nun Al Misri merasa bahwa hidangan tersebut adalah buah dari ibadahnya kepada Allah, hasil shalat, puasa dan lain sebagainya.

Satu saat putrinya wafat, anehnya hidangan yang turun setiap malam selama sekitar 12 tahun itu tidak turun lagi. Ternyata, rezeki yang Allah turunkan itu bukan karena ibadah seperti yang diasumsikan Dzun Nun Al Misri, tapi karena ketawakkalan sang putri yang menyebabkan Allah sayang sama mereka.

Allohu Akbar.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *