Oleh: Moh. Anis Romzi

Adalah setiap pagi kegiatan sasis( Sambut salam siswa) di SMPN 4 Katingan Kuala. Setiap pagi saat saya tidak melakukan kegiatan luar, saya akan berusaha menyambut para peserta didik yang datang. Saya berpendapat bahwa penyambutan kepada peserta didik adalah bentuk perhatian yang positif. Hal sederhana namun bermakna. Tulisan ini adalah hasil satu pagi saat menunggu anak-anak yang datang ke sekolah.

Sebuah aktivitas yang sudah dibangun sejak sekolah ini berdiri tahun 2014. Ini berarti sudah berjalan enam tahun lebih. Naik turun semangat pasti ada. Namun ketika melihat wajah-wajah para pembelajar itu, gairah itu naik kembali. Bagaimana mungkin para peserta didik bersemangat, pendidiknya tidak. Mereka menaikkan semangat saya kembali untuk berbakti kepada negeri melalui jalur pendidikan.

Tahun ke-6 bertepatan dengan Tahun Pelajaran 2020/2021. Sasis berbeda dengan sebelumnya. Saat sebelum pandemi sasis diwarnai dengan kegiatan salaman. Sebuah tanda pendekatan emosional antara pendidik dan peserta didik. Hubungan yang dibangun dengan emosi yang sehat akan membawa pada hasil belajar yang sehat pula. Saat pandemi ini sasis dilakukan dengan tegur sapa. Seraya mengingatkan peserta didik untuk mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker salah satunya.

Setiap pagi saat berada di sekolah saya berusaha menyambut para peserta didik. Sambil menunggu mereka dapat dimasukkan dengan menulis. Beberapa kata dapat terangkai menjadi kalimat. Ya sambil menyambil. Dengan menulis ini sangat bermanfaat untuk pengembangan diri. Ini melatih saya berpikir secara kreatif. Aktivitas menulis dapat dilakukan sambil melakukan apa saja. Termasuk saat melaksanakan pekerjaan pokok.

Pagi ini pula saya berusaha untuk menulis sambil menyalami mereka yang datang. Saat mereka datang saya berhenti menulis. Seraya menenteng terhormat gun untuk menerima suhu badan peserta didik. Saat antrian sepi, saya melanjutkan lagi. Satu tulisan selesai dalam satu pagi. Namun tidak selalu. Waktu yang luang walaupun sedikit dapat dimanfaatkan untuk menulis.

Ada kesempatan merekam para peserta didik yang datang setiap paginya. Saya dapat menghafal nama seluruh peserta didik di sekolah saya. Karena aktivitas sasis ini salah satunya. Salah satu hasil survey tentang pembelajaran yang menyenangkan adalah apabila peserta didik disebut dengan namanya. Bukan hei, kamu. Ada keakraban yang dekat antara pendidik dan peserta didiknya.

Aneka ragam tingkah peserta didik saat memasuki gerbang sekolah. Ada yang lupa memakai masker, ada yang berangkat belum sarapan, ada yang tugas PR nya ketinggalan. Dan masih banyak lagi. Setidaknya mereka merasa diperhatikan saat datang ke sekolah. Itu salah satu harapan saya, kenapa saya setia menyambut mereka setiap pagi.

Bagaimanapun keadaan dan tingkah mereka, kedatangan ke sekolah adalah mewujudkan harapan. Mereka menginginkan masa depan yang lebih baik dari pada orang tuanya. Walaupun tidak sedikit yang terkadang karena paksaan orang tuanya. Kepercayaan orangtua kepada sekolah adalah tanda cinta yang harus disambut. Ini adalah amanah yang harus ditunaikan.

Sekolah wajib mengelola aneka potensi dengan bijak. Penyamarataan bukanlah jawaban layanan pendidikan bukanlah jawaban. Para peserta didik bukanlah botol kosong. Suara mereka perlu untuk didengarkan secara berkelanjutan. Para pendidik wajib terus belajar untuk mengembangkan diri. Ini agar semua potensi positif terwadahi.

Menulis sambil menyalami peserta didik mendokumentasikan kenangan. Waktu terus berjalan tidak mengenal henti. Menulis sarana mengikat ingatan agar menancap kuat dalam memori jangka panjang. Selamat datang para peserta didik, Kita belajar Bersama untuk masa depan yang lebih baik.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 13/11/20

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *