Marhaban ya Rasulullah.” Ucap seorang perempuan Anshar setelah menjawab salam dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Betapa gembiranya ia kedatangan para tetamu agung yang bertandang ke rumahnya.

Ketika itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertamu bersama Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhumaa.

Sedang ke mana fulan?” Rasulullah menanyakan Sahabat Anshar, suami dari perempuan itu.

Suamiku sedang keluar untuk menimba air. Sebentar lagi insya Allah datang.” Sahut perempuan itu..

Tak berselang lama datanglah sahabat Anshar tersebut. Maka Nabi, Abu Bakar, dan Umar dipersilakan masuk. “Alhamdulillah, hari ini akulah yang mendapatkan karunia tertinggi di kota ini,” ujarnya sembari meluapkan rasa gembira.

Disuguhinya Rasulullah dengan kurma-kurma terbaik dan daging kambing miliknya.

Demikianlah Rasulullah bertamu kepada para sahabatnya. Meskipun ia adalah pemimpin Negara, pemimpin spiritual, guru dan panutan semua orang ia tetap menjaga adab dalam bertamu.

Dari kisah di atas terurai hikmah bagi sesiapa yang hendak bertamu,

Pertama, ucapkanlah salam. Salam berfungsi sebagai doa sekaligus istizhan (meminta izin).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat,” Demikian Firman Allah dalam Qur’an Suah An-Nur ayat 27.

Kedua, hendaklah ucapkan salam maksimal tiga kali. Jika tidak ada jawaban pulanglah. Kemungkinan tidak ada orang atau penghuni rumah sedang tidak mau kedatangan tamu. Ia berhak untuk itu.

Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu anhu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” Begitu Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan.

Ketiga, jika perlu mengetuk pintu. Ketuklah dengan perlahan jangan tekesan menggedor.

“Kami pada masa Nabi saw. mengetuk pintu dengan kuku. Kata para sahabat dalam riwayat Bukhari.

Keempat, saat salam dan mengetuk pintu, hendaklah tidak menghadap lurus kea rah pintu.

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…” Demikian Abu Daud meriwayatkan.

Kelima, tidak mengintip. Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” Riwayat Bukhari.

Keenam, masuklah jika sudah diizinkan dan penghuni rumah bukan perempuan seorang diri (untuk tamu laki-laki) begitupun sebaliknya. Jika di dalam rumah tidak ada mahram penghuni rumah maka cukup menunggu di luar sebagaimana dicontohkan Nabi pada saat bertamu ke rumah sahabat anshar. jika tidak jelas kabar kapan kembali maka kembali pulang lebih selamat.

Ketujuh, tidak bertamu lebih dari tiga hari.  “Aku mendengar dengan telingaku dan melihat dengan mata kepalaku.” Kata Syuraih al-Khuza‘i  “Ketika Nabi berkata, ‘Siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan (menghormati) tamu dan memberi penghargaan kepadanya.’ ‘Apa bentuk penghargaan itu, wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Penghargaan itu satu hari dan satu malam. Melayani tamu itu tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah.’” Demikian Bukhari dan Muslim

Kedelapan, disarankan membawa hadiah untuk tuan rumah. “Saling memberilah hadiah, kalian akan saling mencintai.” Sabda Nabi dalam riwayat Al-Adab Al-Mufrad Bukhari.

Kesembilan, berdoa untuk kebaikan tuan rumah. “Orang-orang yang puasa telah berbuka di samping kalian. Orang-orang yang baik telah memakan makanan kalian. semoga malaikat mendoakan kalian semuanya.” Sabda Nabi dalam riwayat Abu Daud.

Demikianlah etika-etika yang diajarkan Nabi dan para sahabat. Semoga ketukan pintu kita ke rumah saudara kita saat bertamu menjadi kebahagiaan pula ketika ketika mengetuk pintu surga. Amin

Kelas Tamhidul Mubalghin – Sumedang,

14 November 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *