Oleh: Moh. Anis Romzi

Katakan kebenaran walaupun itu pahit. Bukan sekadar menyenangkan orang lain. Laksana jamu, kejujuran akan membawa kepada kesehatan jiwa. Bagian dalam diri yang senantiasa memerlukan asupan gizi rohani. Kesehatan jiwa sumber kesehatan fisik. Rawatlah ia dengan kejujuran agar membawa ketenangan. Dampaknya ada pada aktivitas fisik yang menyehatkan.

Sebuah lirik lagu dari Rhoma Irama,” Banyak orang berkata yang jujur pasti hancur. Karena zaman ini sudah edan. Jujur tidak makan.”  Sebuah ungkapan pesimisme tentang beratnya mempertahankan kejujuran. Namun tidak ada kata menyerah. Putus asa bukanlah jalan. Semangat mengangkat nilai tetap harus ada. Tanggapan optimis masih ada. Tetap dalam lirik lagu yang sama.

“ Jangan dengarkan, itu salah tidak benar. Huh.” Perlawanan terhadap ketidakjujuran tetap harus dinyalakan. Memegang kejujuran laksana mengepal bara api. Di saat ramai orang abai pada kejujuran, berpegang padanya bisa ditinggalkan. Namun inilah nilai yang wajib dijunjung tinggi. Akan ada keindahan pada ujungnya. Perlu kesabaran dan kemandirian untuk berpegang pada kejujuran.

Bisa saja secara materi terlihat sedikit, namun ketenangan lebih dari sekadar materi. Ia berharga sangat mahal dari apapun. Fakta menunjukkan banyak orang terjerembab pada lobang kehinaan karena tidak mampu memegang nilai ini. Sedikit harta tidak mengapa asal kita dapat mempertanggung jawabkannya di hadapan Tuhan dan manusia.

Ini adalah sikap terpuji. Wajar jika berat untuk dilaksanakan. Akan ada risiko yang harus ditanggung ketika mempertahankan kejujuran sebagai sebuah nilai. Kejujuran adalah sikap mental. Ia harus diajarkan sejak dini dari lingkungan terkecil. Keluarga mempunyai peran penting dalam memulai pendidikan karakter kejujuran. Dari keluarga semua pendidikan bermula. Saatnya keluarga menerapkan kejujuran sebagai kurikulum utama.

Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di belahan negara mana pun. Di manapun kejujuran itu bernilai. Ini adalah modal tertinggi dalam hubungan kemanusiaan. Profesi apapun memerlukan kejujuran untuk mencapai kesuksesan. Dua kesuksesan dunia dan akhirat. Menjadi petani, pedagang, guru, polisi atau apa saja perlu modal kejujuran. Jika tidak ini harapan sukses menjadi lebih kecil.

Jabatlah tangan siapa saja yang mengingatkan pada kejujuran. Sebab ia telah menyelamatkan dari bibir jurang neraka. Mereka memberi obat yang tidak ternilai. Berani jujur itu baik. Sebuah iklan layanan masyarakat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebuah gambaran kejujuran mulai sulit ditemukan. Iklan ini sejatinya mengingatkan kepada kita bahwa jujur adalah penyelamat.

Kejujuran akan menyelamatkan semua. Kerjakan segala sesuatu dengan kejujuran, sebab kebohongan akan membawa musibah bagi diri sendiri dan orang lain. Kembali kejujuran adalah modal utama sebelum kecerdasan. Dengan berlandaskan kejujuran, kecerdasan akan membawa kebaikan lebih banyak untuk semua. Baik itu bagi si pelaku maupun orang lain.

Nilai universal kehidupan adalah kejujuran. Ia tidak memandang agama, suku, ras, maupun golongan. Ia dapat berdiri tanpa sekat. Ia masuk dalam setiap relung kehidupan. Nilai tanpa batas untuk berinteraksi dengan siapa pun. Nilai universal kejujuran harus dibangun dalam bingkai bermasyarakat dan bernegara. Para pemimpin wajib meneladankan nilai ini menuju kemajuan.

Nilai tertinggi manajemen modern adalah integritas. Itu bahasa yang dari kejujuran. KBBI V (Kamus Besar Bahasa Indonesia Kelima) memberi makna integritas sebagai sebuah kata benda. Itu bermakna sebagai mutu,sifat, keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh. Sehingga memiliki potensi yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Bisa saja ini akan berjalan lambat, tetapi menyelamatkan. Kejujuran terbaik adalah kepada diri sendiri.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 12/11/20

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *