Oleh: Cicik Setyorini

Kata pahlawan secara etimologi berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua kata, yaitu  pahla dan wan. Pahla berarti buah, sedangkan wan bermakna sebutan bagi orangnya (yang bersangkutan).

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.

Dulu gelar pahlawan diberikan kepada siapa saja yang gugur di medan pertempuran baik gugur karena membela bangsa dan negaranya, maupun gugur karena membela agamanya. Namun di era modern saat ini makna pahlawan menjadi lebih luas dan tidak ada batasan yang jelas.

Misalnya para Tenaga Kerja Wanita (TKW) disebut sebagai para pahlawan devisa. Guru diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Bahkan seorang pria ataupun wanita yang bekerja membanting tulang demi menghidupi keluarganya disebut sebagai pahlawan keluarga.

Amien Rais dalam www.merdeka.com mengatakan ada tiga sifat dasar kepahlawanan yang harus dijadikan teladan, yakni jujur, pantang menyerah, terdepan dalam menghadapi bahaya dan paling belakang melirik kenikmatan.

Tak ada sematan pahlawan devisa tanpa keberanian menghadapi bahaya atau tantangan di negeri asing. Tak akan tersemat pahlawan tanpa tanda jasa tanpa kejujuran dalam mendidik anak bangsa. Tak ada pengakuan pahlawan keluarga tanpa semangat pantang menyerah kokohkan tiang rumah tangga.

Ketiga sifat kepahlawanan itu hendaklah kuat disematkan dalam jiwa setiap diri hamba Allah, agar dapat melakukan perubahan menuju kebaikan dan kemajuan dalam setiap sisi kehidupan pribadi, keluarga, serta masyarakat.

Gerak dakwah dalam organisasi pun harus dipenuhi ruh kepahlawanan. Pengorbanan sangat dibutuhkan dalam perjalanan panjang gerakan dakwah. Pantang menyerah merupakan bekal, dikuatkan oleh kejujuran yang harus terus dibawa dalam perjalanan berliku.

Energi pahlawan yang tersemat dalam jiwa tak layak untuk padam sebelum sampai akhir perjalanan, yaitu sebuah cita-cita meningkatkan kualitas perempuan, ibu, anak, dan keluarga Indonesia.

Tak ada pamrih diri bergelar pahlawan, hanya dentuman bisik lirih bertalu kuatkan tekat perjuangan.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *