Oleh: Moh. Anis Romzi

Setiap 10 Nopember hiruk pikuk semangat heroisme menggelora. Catatan waktu terbuka kembali dalam ingatan. Sejarah pengorbanan mempertahankan kemerdekaan. Darah, tangis, bahkan nyawa telah dipertaruhkan. Satu kata yang diperjuangkan, kemerdekaan. Hari ini kata merdeka itu sudah ada di tangan kita. Namun jiwa kepahlawanan mulai menghilang. Pengorbanan untuk bangsa dan negara menjadi tipis.

Pengorbanan para pendahulu bangsa patut menjadi teladan. Jiwa rela berkorban telah dicontohkan. Nyata ada banyak korban bergelimpangan. Nyawa-nyawa melayang. Jangan biarkan pengorbanan mereka sia-sia. Saatnya generasi kini wajib meneladani. Semangat pantang menyerah adalah salah satunya. Selama hayat dikandung badan, tidak ada kata menyerah. Inilah semangat yang pantas diteladani.

Mempertahankan negara tidak sesederhana dalam ucapan. Ataupun dalam tulisan. Saat ini perjuangan bukan dengan mengangkat senjata. Boleh jadi kemampuan retorika saja tidaklah cukup. Harus lebih daripada itu. Keberanian dan kemampuan strategi mempunyai andil besar. Perjuangan itu sangat besar. Namun perjuangan terbesar adalah melawan diri sendiri. Kemampuan mengendalikan diri tidak kalah penting dan besar. Ia adalah jihad terbesar.

Pahlawan kekinian yang ada di sekitar kita. Banyak para pahlawan tanpa tanda jasa dan penghargaan. Nama-nama mereka tidak terdaftar dalam jajaran penerima penghargaan. Namun jasa mereka nyata pada orang-orang di sekitarnya. Mereka pahlawan di hati. Kiprahnya dalam karya yang memberi manfaat kepada lingkungan. Inilah layak disebut pahlawan.

Para orangtua yang bekerja untuk anaknya, merekalah pahlawan kini. Setiap tetesan keringat dan jerih payah menjadi daging. Dari tangan-tangan mereka menjadi lantaran tumbuhnya generasi Indonesia. Keluarga adalah tulang punggung negara. Keluarga-keluarga yang di dalamnya tumbuh karakter positif kepahlawanan. Merekalah pahlawan sejati. Semangat yang ditunjukkan kepada putra-putrinya adalah pembelajaran. Orangtua adalah guru dan pahlawan pertama.

Para petani yang tulus menanam untuk bekal kehidupan. Torehan alat pertaniannya memberi kehidupan. Mereka menyumbang sepertiga dari kebutuhan pokok. Bahkan lebih. Dari tangan para petanilah hulu kehidupan dimulai. Sandang, pangan, dan papan adalah hasil dari budidaya mereka. Mereka pendukung utama ketahanan pangan negara. Namun jerihnya dinilai sebelah mata. Mata pencaharian bertani jarang menjadi inspirasi. Para petani tekun adalah pahlawan pangan. Tugas negara menjadikan pahlawan pangan ini bermartabat.

Para penulis yang terus berkarya menebar kebaikan. Hasil tulisannya menjadi pengetahuan. Bahkan dari tulisan mampu mempengaruhi pola pikir pembaca. Para penulis positif yang berkarya pada kemanfaatan banyak orang pantas pula disebut pahlawan. Hasil karya dalam bentuk produk literasi mampu membangun peradaban suatu bangsa. Para penulis adalah pahlawan intelektual. Mereka mencurahkan segala gagasan dalam pikirannya terbaca banyak orang. Ini dapat mempengaruhi orang lain untuk berbuat. Penulis adalah pahlawan peradaban melalui literasi.

Dalam setiap profesi ada pahlawan. Ketulusan dalam berjuang akan menjadi catatan. Semangat kepahlawanan tidak melulu sebatas berani mati. Namun lebih dari itu, berani hidup untuk memberi manfaat lebih kepada yang lain. Itu lebih baik dari pendeknya umur tiada manfaat. Semangat kepahlawanan adalah ketulusan untuk berkorban. Apa saja dapat dikorbankan. Ini karena kemaslahatan masyarakat lebih utama dari dirinya. Inilah sosok pahlawan idaman. Mereka dapat berasal dari profesi apa saja.

Pahlawan 2020 itu ada di sekitar kita. Kenang perjuangan berat para pendahulu. Berikan yang terbaik untuk hari ini dan masa depan. Belajar dari sejarah untuk menguatkan. Jasa para pejuang terdahulu selayaknya tidak dilupakan. Saatnya para pahlawan kekinian mempraktikkan semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Hidup Anda kini adalah menulis sejarah. Pahlawan senantiasa menorehkan kebaikan dalam kehidupan. Selamat Hari Pahlawan. Semua berhak menjadi pahlawan.

Jaya Makmur, 10/11/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *