MaryatiArifudin, 10 November 2020

1 September 2020, hari istimewa tuk mengenang. Hampir 47 hari tanda itu ada, namun ku tak memahami. Isyarat tiada, kadang hadir lewat cerita atau kadang hadir lewat mimpi saja.

Bukti posting itu ada, bahwa itu sebagai pertanda. Judul posting terasa istimewa bagiku dengan tema Membeli Surga Dengan Saling Memaafkan. Sepenggal kisah di jaman Baginda SAW, membuat Beliau tersenyum sehingga gigi serinya terlihat. Kisah tuk saling memaafkan dan saling mengikhlaskan antar dua sahabat, jika terjadi permasalahan yang memunculkan sakit hati. Ikhlaskan seluruh kesalahan teman atau sahabat, agar mampu masuk surga bersama dengan mengandeng sahabat atau kerabat. Ajaran mulia itu, menyampaikan tuk saling ridha mengikhlaskan kesalahan teman apalagi saudara atau sahabat.

Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anfaal: 1)

Pesan khusus tanda cinta seorang sahabat memohon pada kerabat dan handaitolan yang sempat berjumpa walau sesaat. Sang pangeranku mengharap tuk dimaafkan segala salah dan dosa saat bermuamalah di dunia, sebelum Alloh memanggilnya. Pesan nyata tertulis diakun pribadinya, dengan mengiba mohon maaf menghadirkan hatinya.

Kepada semua yang pernah berinteraksi dengan saya: siswa, mahasiswa, jama’ah pengajian, rekan kerja, teman, sahabat, kerabat, keluarga dan yang lainnya. Saya Arifudin  diusia senja ini dari lubuk hati memohon maaf dan ridho atas tindakan dan perilaku saya yang disengaja maupun yang tidak disengaja (kedzaliman) terhadap anda semua. Karena yaumul hisab pengadilan Allah pasti akan ditegakkan.  Demikian juga segala kehilafan anda semua terhadap saya telah saya ridhakan dan maafkan. Semoga tulisan tersebut di atas bisa menuntun kita saling memaafkan sebelum dipanggil menghadap Allah. Aamiin

Ku memahami pesan itu, sebagai pertanda bahwa usianya hanya tinggal sesaat. Ia mampu mempersiapkan waktunya dengan tepat. Bahwa, ia akan bersiap menuju kampung akherat. Pesan ini, sebagai pengingat tuk meniru perilaku yang tepat. Bahwa, ajal tidak mampu ditebak dengan tepat. Namun, saat ini harus aku harus siap-siap mencari bekal yang tepat menuju kampung akherat.

Pesan itu nyata dan ada, sekaligus mengamalkan ajaran mulia.  Dalam chat FB surat Al Imron ayat 134 berarti:  (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.

Ia telah pergi menghadap Sang Kholik. Semoga sang pangeranku dipanggil dengan sebutan,” Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. Panggilan ini, menjadi panggilan perindu bagi orang-orang yang beriman. Mudah-mudahan, kita semua disatukan dan dipanggil dengan sebutan mutma’inah (Wahai jiwa yang tenang).

Ku mohon ridha-Nya, semoga semua yang pernah berjumpa dengan pangeran setiaku memberikan maafnya. Sehingga, kekasihku mendapatkan kemudahan saat yaumul hisab pengadilan Allah  ditegakkan.

Tinggal kita sekarang ini, yang ditinggalkan apa yang perlu ku lakukan? Agar saya mampu mengikuti jejak kebaikannya dan mampu mengamalkan pesan-pesan itu. Ku mohon kekuatan-Mu Ya Illahi Rabbi tetapkan imanku menuju ridha-Nya.

Inspirasi pesan ini nyata. Ku harus berbuat yang terbaik. Jika ku berbuat kesalahan disisa umurku, aku perlu sahabat yang mampu menegurku. Agar, aku termasuk golongan perindu. Perindu paggilan-Mu,  ” Wahai jiwa yang tenang”.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *