MaryatiArifudin, 9 November 2020

Pesan kebaikan terlintas di media sosial pada akun facebook Arifudin, 9 Nov 2017. Tuk beramal yang terbaik jalan menjalani kehidupan.

Jibril As berkata, “Ya Muhammad hiduplah sesuka engkau karena sesungguhnya engkau akan meninggal dunia. Dan cintailah orang yang engkau suka karena engkau pasti akan berpisah (disebabkan kematian). Dan beramalah sesuka engkau karena engkau akan di beri pahala atas amal itu.

Pesan tuk mengingatkan bahwa hidup itu, harus berdasar aturan yang benar. Jika hidup hanya tuk hidup, dirimu hadir hanya menui penyesalan saja. Bagaimana hidup jika tidak ada pertanggung jawaban? Emang bumi ini, milik siapa? Semua kehidupan ada yang mengatur, masak ajaran tuk hidup jua tak ada aturan yang benar. Yang paling kuasa mengatur hanya pencipta hidup. Jadi hidup itu tuk yang maha hidup. Bukan hidup tuk seenaknya diri sendiri.

Firman Allah dalam surat Al-Mulk ayat 1-2 yang artinya : “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Jika belum menyakini, setelah mati ada kehidupan! Sadarlah, bahwa semua seisi bumi ada yang mengaturnya. Jika ada yang mengatur, tujuannya agar tatanan berjalan secara teratur. Maka, ikutilah ajaran itu! Tidak usah mencari jalan lain atau jalan yang berliku. Jalan itu ada jelas didepanmu. Pakailah, mati hati agar kau mau menyadarinya. Kembalilah ke jalan yang benar jalan yang diridhai. Yaitu bukan jalannya orang-orang yang tersesat dan bukan jalannya orang-orang dimurkai.

Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (Surat Al An’am, Ayat 95)

Inti kandungan Al Qur’an telah menjelaskan. Tujuh belas kali lantunan ayat ini, diulang saat kita mengabdi pada-Nya dalam sehari. Belum ditambah sholat sunat lainnya, masih ragukah dengan kemurnian ajaran yang lurus itu? Masih ragukah dengan isi kandungan Al Qur’an yang suci ini.

Tengoklah sejarah! Tuk kaum-kaum yang mendustakan ajaran mulia ini. Bukankah, kita semua telah mendengar atau membaca kisah itu! Kisah itu nyata, bukan hanya dongeng pengisi bunga tidur saja. Namun, tengoklah bukti sejarah jika dirimu ragu wahai saudaraku.

Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (Surat Al-Haqqah, Ayat 12)

Kaum Tsamud, dan ‘Ad telah mendustakan hari Kiamat. Kaum Tsamud telah dimusnahkan dengan suara yang sangat keras. Sedangkan kaum ‘Ad didatangkan musibah berupa angin topan yang sangat dingin. Alloh SWT telah menimpakan azab itu delapan hari tujuh malam secara terus menerus. Seluruh kaum-kaum itu luruh-lantah tidak tersisa satupun.

Sebelum bumi ini, meratakan perutnya. Sebelum gunung-gunung dijalankan, mari renungkan diri agar kita tak terjebak oleh rutinitas yang melenakan. Jangan sampai hanya memburu kebahagiaan dunia semata dan melupakan kebahagian akherat yang kekal dan abadi.

Renungkan bencana ada dimana-mana. Sungguh! Itulah bukti nyata azab itu pasti ada.  Bukan untuk menakut-nakuti, namun menjadi pengingat hidup bahwa hidup di dunia ini akan diminta pertanggung jawaban. Jadi, Tidak hanya hidup untuk hidup saja! Ayo, kembali pada ajaran yang lurus. Agar kita semua tidak menyesalinya.

Dialah yang hidup kekal, tidak ada Tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. (Surat Ghafir, Ayat 65) Lapangkan langkah kita, tuk meluruskan niat tuk kembali pada ajaran yang lurus. Semoga kita termasuk golongan yang dimuliakan di akherat kelak. Di panggil oleh Sang Kekasih Abadi dengan, ” Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya”

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *