MaryatiArifudin, 9 November 2020

Sesulit apapun kondisi kehidupan anda, tetaplah anda memiliki harapan. Harapan hidup tuk menjadi lebih baik, bahagia ataubahkan ingin hidup menjadi mulia.

Hidup mulia diperuntukkan untuk orang-orang bertaqwa. Kuncinya, satu saja yakini ikrar syahadatmu sebagai landasan menjalani hidupmu. Agar, hidupmu lurus dan tak sia-sia adanya. Penyesalan tiada guna, hidup didunia hanya sekejab mata memandang.

Hari ku terasa, hampir 20 tahun ku bersama merajut tujuan mulia. Saat ini ia telah tiada, namun saya tak terasa hanya mampu bertatap sebentar saja. Inilah rasa, jangan ada yang merasa hidup di dunia ini lama. Sungguh, hidup di dunia ini hanya sebentar saja. Hal itu kasat mata dan nyata adanya.

Gunakan jalan yang benar tuk mendatangkan kasih sayang sesungguh-Nya. Kasih sayang yang maha sayang tuk merindu berjumpa dengan Tuhan Semesta Alam. Tuhan yang esa tidak ada duanya, Tuhan sang pencipta semua insan dan seluruh makhluk di jagat raya. Jangan salah dirimu mengambil langkah! Hidup adalah anugrah suatu saat akan berakhir.

Banyak salah dalam kehidupan, hal itulah yang namanya insan. Insan adalah sosok manusia yang dibekali akal pikiran, namun juga tempat salah dan lupa. Al Qur’an menyebut kata  insan sebanyak 65 kali.  Menandakan bahwa makhluk hidup yang tercipta paling sempurna ini, sangat penting kedudukannya. Dengan akal pikirannya, sosok manusia dapat menjadikan mulia ataupun hina. Penyesalan tiada guna! Ayo kita berbaiki diri tuk mengapai tujuan hidup agar menjadi mulia.

Sumbernya salah atau lupa akibat dari jahalah (ketidaktahuan). Renungkanlah! Bahwa kita perkumpulan para manusia, sehingga banyak salah dan dosa. Dosa itu, muncul akibat dua kesalahan karena  jahalah. Ia tidak tahu bahwa yang dilakukannya adalah salah. Ataubahkan, ia sadar yang dilakukannya salah, namun ia tetap melakukannya jua. Hal itulah, penyebab manusia tempatnya khilaf dan dosa yang bersumber dari jahalah.

Perbanyaklah istighfar pada-Nya. Banyak dosa lahir dari kesalahan yang disengaja ataupun tak sengaja. Di sisa penghujung umur ini, mari kita perbanyak istighfar.

Mohon bimbingan-Nya ditunjukkan pada jalan yang lurus. Yang mampu menyelamatkan kita dari cahaya yang gelap gulita menuju hidayah Al Qur’an yang mulia. Sehingga, kita mampu menggapai bahagia dunia dan akherat.

Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung. (Surat An-Nur, Ayat 31)

Begitulah hidup, jika kita bersalah bergegas tuk tobat dengan memperbanyak perbuatan baik. Dengan mengakui dan menyesali perbuatan yang salah. Berjanji setia pada diri tuk meninggalkan perilaku yang salah. Dan sungguh-sungguh mengganti perbuatan yang buruk dengan perbuatan yang baik. Mereka melakukan kebaikan terus-menerus tanpa disetai riya’. Hal itulah, ciri taubat seseorang yang diterima.

Amalan yang paling mendekatkan diri dengan Alloh SWT adalah berbakti pada ibunda. Sesungguhnya muliakanlah ibumu. Karena ibumulah yang dengan susah payah mengandung, melahirkan, dan menyusuimu. Berbaktilah padanya, sayangilah ia maka keberkahan Alloh akan turun pada diri kita semua. Hal ini, cara terbaik mencari ridha-Nya. Sehingga, pintu tobat itu terbuka lebar untuk pelaku kebaikan. Sungguh! Harapan itu masih ada, masih ada jalan menuju kebenaran dan kebaikan. Mumpung! Masih ada sisa umur kehidupan di dunia ini, tuk selalu tobat yang sesungguhnya. Sungguh tobatan nasuha, adalah tobat yang diterima dengan mengisi amalan perbuatan baik sesuai perintah-Nya.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *