Jika diam saat agamamu dihina.” Kata Buya Hamka “Gantilah bajumu dengan kain kafan”.

Pesan ini selalu diingatkan oleh saudara-saudara kita pada saat ada berbagai serangan moral terhadap agama kita dan berbagai hal yang terikat dengannya. Seperti penghinan terhadap Nabi, pelecehan ayat suci, kriminalisasi ulama dan lain sebagainya.

Umat Islam marah? Wajar, bahkan harus. Karena agama bagi umat Islam, bukan hanya sekedar pekerjaan ritual belaka namun lebih dari itu. Islam adalah way of life. Jalan hidup yang seutuhnya akan menjadi ruh bagi setiap fikir, kata dan langkah.

Pancasila dihina saja kita marah. Merah putih dihina saja kita marah. Mengapa atas penghinaan agama dilarang marah? Masalah bagaimana orang mengekspresikan kemarahannya itu urusan lain. Tetapi marahnya senditri tidak bisa disalahkan.

Mereka yang menyerang islam apakah secara militer ataupun secara moral keduanya sama-sama kafir harbi. Kafir yang bisa diperangi.

Perang sendiri berarti sebuah aksi fisik dan non fisik antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang secara purba di maknai sebagai pertikaian bersenjata.

Siapa yang wajib memerangi? Kita semua.

Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya, dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka. (Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, tak lain karena perkataan mereka, ‘Tuhan kami hanyalah Allah.'” Demikian Allah berfirman dalam Al-Hajj ayat 39 sampai 40.

Jika kondisi memang sudah sangat diperlukan untuk perang maka ada beberapa aturan perang di dalam Islam.

Pertama, dalam kondisi normal. Perang itu wajid diputuskan oleh ulil amri dalam hal ini adalah negara atau otoritas yang diberi kewenangan misalnya Menteri Pertahanan atau Panglima Perang.

Kedua, sasaran dalam perang adalah prajurit musuh yang ikut berperang. Selain prajurit, seperti warga sipil biasa, wanita, anak-anak, ahli agama dan orang tua tidak boleh diganggu.

Sabda Rasulullah dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Aku mendapati seorang wanita terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan” Demikian Imam Bukhari dan Muslin meriwayatkan.

“Pergilah kalian dengan nama Allah, dengan Allah dan atas agama Rasulullah.” Sabda Rasulullah dalam riwayat Abu Daud. “Jangan kalian membunuh orang tua yang sudah tidak berdaya, anak kecil dan orang perempuan, dan janganlah kalian berkhianat, kumpulkan ghanimah-ghanimahmu, dan berbuatlah maslahat, serta berbuatlah yang baik, karena sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang berbuat baik”. Lanjutnya.

Juga dalam kesempatan lain beliau bersabda, “Dilarang membunuh para biarawan di biara-biara, dan tidak membunuh mereka yang tengah beribadah” Riwayat Ahmad.

Ketiga, berusaha untuk tidak menghancurkan bangunan, fasilitas umum dan pepohonan.

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap.” Begitu Allah berfirman dalam Al-A’raf ayat 56.

Fasilitas-fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah dan tempat ibadah, tidak boleh menjadi sasaran penghancuran dalam perang.

Berperang sesungguhnya bukan sesuatu yang disukai. Perang itu pasti madharat. Tetapi timbulnya madharat untuk menghilangkan madharat lain yang lebih besar adalah kedamaian yang sesungguhnya. Perang melawan kedzaliman juga bukan tentang angka, senjata dan alat-alat semata. Perang adalah mewujudkan Islam tinggi dan melindungi manusia dari kedzaliman berkepanjangan. Perang fi sabilillah akan selalu dimenangkan oleh pedang-pedang Allah. Siapa dia? Dialah yang berperang menjemput kematian. Bukan ingin jadi pahlawan, bukan pula ingin membunuh manusia dengan kebencian dan dendam. Dialah yang pergi dengan rasa takut kepada Allah dan cintanya pada sesama dalan keimanan dan takwa.

Mang Agus Saefullah

Marbot Masjid Alfuraqon

Brebes, 8 November 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *