MaryatiArifudin, 7 November 2020

Semangat apa yang menumbuhkan keberanianku membuat karya berdua. Karya duet suami istri tak lagi muda yang mengikat makna hanya ku ikrar menggapai ridha-Nya semata.

Entah mengapa tuk tujuan ini, kami selalu seiya dan sekata. Berani memaksakan diri tuk mencetak karya. Karya yang membuat diriku merasa lega tuk tujuan mulia. Dengan menuliskan kebaikan setiap hari, walau dengan satu ayat saja.

Coba tengok narasiku tentang Menumbuhkan Rasa Malu diblog pribadku. Bercerita, kenapa kami semangat belajar menulis di ujung senja. Ku menerawang jauh mengangkasa, mengingat kenangan mengikat makna bersama pasangan setia. Mengikat makna, hanya mengejar tujuan sederhana guna menginspirasi pagi buat sahabatku tercinta.

Ingin menumbuhkan karya tuk mencari bekal akherat saja.  Walau berupa sepenggal berisikan ayat-ayat mulia tuk menundukkan si empunya jiwa. Semoga, karya sederhana mampu menundukkan jiwa dan raga terkhususnya  bagi diri dan sahabat sejati saja.

Pagi itu! Pesanmu tersampaikan melalui gawaiku. Aku baru sadar diri dan berusaha mencerna bahwa pesan itu tersampaikan sebagai tanda cinta. Tersampaikan pesan itu Kamis 15 okt 2020 berupa video @mentari_sendu.

Cuplikan video tertujukan untukku dari sang pangeranku. Enam kunci bahagia ala Ali Bin Abi Thalib tepat pukul 06.45 tuk selalu menyambut pagi dengan ceria. Enam kunci itu berisi pesan mulia akan ku ramu sebagai obat rindu jiwa dan raga.

Hampir setiap pagi hampir pukul 07.00, pasti dirimu memintaku membuka jendela itu. Matahari telah bercengkrama dengan bumi, mari lakukan aktivitas pagi. Jangan diam diri, agar tubuh kita mampu berrelaksasi. Mari kita sambut, pagi dengan bersyukur pada Illahi Robbi yang telah memberi waktu tuk memperbaiki diri.

Tersenyumlah walau hatimu menangis. Jangan membeci walau ada yang menyakitimu. Jangan bersedih berlebihan walaupun masalahmu memuncak. Hiduplah dalam kesederhanaan walaupun dirimu berada. Jangan memutus doa tuk saudara mukmin. Dan memperbanyak memberi walaupun dalam keadaan susah. Enam kata kunci yang harus ku jalani tuk mengokohkan diri disisa langkahku.

Banyak program yang ku ikrarkan berdua tuk menguatkan ta’aruf sampai tua belum maksimal terlaksana. Walau belum terlaksana, aku akan mengingat dan menjalankan semuanya. Walau hari ini ku tidak mampu bersama, sungguh lantunan doaku hanya tuk kekasihku setia. Jiwa ragaku telah berpisah darinya, namun doa terbaikku tak akan lepas selama-lamanya.

Ku masih mempercayai ikatan doa suci itu. Tuk selalu menjaga rindu walaupun maut memisahkan kita. Ku ingat, janji setia yang telah kakanda ikrarkan terpatri dari jiwa dan raga. Janji setia, akan ku pegang sampai kau jemput aku dipintu surga. Agar aku mampu, menjadi pendamping setiamu di sana.

Tunggu aku di surga-Nya, itu harapan hatiku yang seiya dan sekata. Ku akan menuntaskan kerja-kerja yang belum usai tuk memenuhi harapan pasanganku yang telah berikrar setia. Ku berusaha berjalan, sesuai rencana program panduanmu. Walau hanya sendiri aku akan tetap berjuang tuk memenuhi program bersama. Program sepasang kekasih setia tuk menggapai ridha-Nya semata.

Aku hanya berusaha menjalani tuk menggapai Illahi Robbi. Ku akan menyusulmu membawa hadiah terindah yang telah kau ikrarkan padaku. Ikrar suci itu, mudah-mudahan mampu membawa diriku dapat menyatukan kembali bersamamu.

Banyak dosaku padamu, mudah-mudahan kau telah memaafkan seluruhnya. Sehingga  di sisa umurku ini ku hanya akan mengabdi tuk menunaikan cita dan cinta sucimu. Percayalah padaku, aku akan selalu setia menjalankan amanahmu.

Ku luruskan langkahku tuk menggapai cita-cita itu. Hanya, aku yang tahu tentang mimpi-mimpi pasangan setiaku. Kepercayaanmu padaku, akan mampu menguatkan diriku tuk melangkah sesuai harapanmu. Langkah-langkah ini, semoga akan mengantarkan sampai akhir tujuan kita menyatu. Doaku teruntukmu, ketulusan hatimu menjadi saksi tuk menguatkan jalan menggapai Illahi Robbi.

Aku takkan menghilangkan amanah itu. Percayalah padaku, wahai kekasih hatiku. Kehilanganmu saja, telah membuat langkahku tak mampu berbijak di bumi. Mengingat pesan amanahmu, maka akan ku kuat diri. Jika amanah itu usai, jangan lupa panggil namaku tuk kembali padamu.

Bukti cinta suci itu hanya aku yang tahu. Kau dan aku telah tercipta tuk menjadi satu. Mudah-mudahan aku dan dirimu, tak mampu dipisahkan oleh sesuatu. Ikrar suci itu telah terlihat di hatiku. Hanya satu cinta suci terkhusus untukmu. Ku berharap pasanganku mau menunggu di pintu surga itu. Dengarkan doa kami, ya Illahi Robbi tuk membuktikan ikrar suci itu. Ikrar suciku masih ada hanya untukmu, duhai kekasih jiwa dan ragaku. Ku buktikan karya bersama diriku, sebagai hadiah kehadiranmu bersamaku.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *