Oleh: Moh. Anis Romzi

Bayang-bayang pandemi covid-19 masih ada. Ada kecemasan terbesit akan dampak wabah ini. Setiap hari berita tentang wabah ini terus mewarnai. Pendidikan salah satu sisi yang terdampak. Hampir tujuh bulan menjalani pembelajaran daring. Kejenuhan mulai melanda. Akumulasi antara harapan dan kecemasan bertumbukan. Ini mendorong terhadap lahirnya sebuah keputusan. Untuk melawan kecemasan diperlukan keberanian. SMPN 4 Katingan Kuala memutuskan pembelajaran tatap muka diambil.

Izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka sudah dikeluarkan. Bupati Katingan lewat surat no 420/1718/Disdik-1/2020. SMPN 4 Katingan Kuala diberikan izin bersyarat untuk melaksanakan pembelajaran luring. Beberapa syarat protokol kesehatan harus dipenuhi. Atas dasar kesepakatan dan persetujuan Komite Sekolah dan orang tua SMPN 4 Katingan Kuala yakin memulainya. Bukan tanpa risiko, namun pilihan telah dijatuhkan. Segala konsekuensi siap untuk ditanggung.

Terhitung Mulai Tanggal 02 Nopember 2020 pembelajaran tatap muka terbatas dimulai. Surat izin belajar tatap muka diterima per tanggal 3 November 2020 siang hari. Koordinasi dan persiapan telah dilakukan. Sosialisasi telah dilakukan sejak edaran Bupati Katingan nomor: 420/1718/Disdik-1/2020. Kegiatan pembelajaran tatap muka menggunakan sistem shifting. SMPN 4 Katingan Kuala membagi peserta didik menjadi dua gelombang pada tiap rombongan belajar. Per tanggal 4 November 2020 dengan bismillah pembelajaran tatap muka dimulai.

Setiap memulai kebiasaan baru akan ada perbedaan. Setelah hampir tujuh bulan lebih para peserta didik melaksanakan Belajar Dari Rumah. Terkhusus para peserta didik kelas 7 yang belum pernah bertatap muka dengan kawan dan gurunya. Ini adalah saat pertama mereka bertemu dengan para peserta didik lainnya dan pendidik di sekolah. Ada kegembiraan dirasakan. Sesuatu yang baru telah dimulai di tengah risiko. Wabah covid-19 masih ada. Dengan modal keyakinan dan kebersamaan kegembiraan itu bertumbuh di tengah pandemi.

Perencanaan telah dilakukan. Persiapan protokol kesehatan diupayakan semaksimal mungkin. Hampir mendekati 100% penyiapan untuk menghadapi pembelajaran tatap muka. Semua diupayakan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan warga belajar. Keamanan, kesehatan, dan keselamatan warga SMPN 4 Katingan Kuala adalah harga mati. Persiapan telah dilaksanakan ketika wacana kenormalan baru mulai muncul.

Harapan baru di tengah Pandemi Covid-19 masih ada. Para peserta didik begitu antusias pada hari-hari pertama pembelajaran tatap muka. Semangat ini perlu dijaga agar tetap ada sampai mereka dinyatakan lulus dari SMPN 4 Katingan Kuala. Ini bukanlah perkara yang mudah. Menjaga semangat belajar diperlukan kreativitas, inovasi para pendidik. Selain itu pula semangat diri dalam tubuh para pendidik juga naik turun. Kepala Sekolah sebagai pemimpin wajib mendorong, menyemangati, dan memberi teladan kepada semua. Belajar, bekerja bersama dalam lingkungan sekolah memudahkan dalam menghadapi segala macam persoalan dalam pendidikan.

Semangat memulai sesuatu yang pernah hilang. Kini semangat belajar itu kembali. Ini sangat menantang, karena semuanya adalah hal baru. Kebaruan cenderung mengundang ekspekatasi positif. Bahkan sering terlalu tinggi. Penting bagi siapa saja warga sekolah saling menyemangati satu sama lain. Inilah inti kerja tim dalam organisasi pembelajaran.

Apapun kondisinya belajar tetap wajib. Pendidikan adalah upaya sengaja untuk merubah harapan menjadi kenyataan. Harapan dalam belajar harus senantiasa digantungkan. Kehilangan harapan lebih buruk daripada menghadapi kematian. Tetaplah belajar dalam suasana apapun. Ini yang akan membawa masa depan Indonesia lebih cerah dari aspek pendidikan.

Waktu akan jujur mencatat semua yang telah kita lakukan. Jangan khawatir Dia tidak pernah tidur dan lupa..

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng.  5 November 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *