Hati sangat ingin marah, tetapi Hasan Al-Bashri bisa menahan dirinya dengan kesabaran yang mulia. Ketika rumah tetangganya yang beragama Yahudi mengalirkan limbah yang teramat bau ke dapur Tabiin tersebut.

Hingga suatu hari Hasan Al-Bashri sakit. Tetangga Yahudi itu pun menjenguk. Sewaktu menjenguk ia kaget dengan bau tidak sedap yang menyeruak masuk ke dalam rumah Hasan Al-Bashri. Tetangga Yahudi itu pun bertanya, “Bau apakah ini?”, “Air dari rumahmu.” Hasan Al-Bashri menjawab “Mengapa engkau tidak bicara padaku, sudah berapa lama ini terjadi?” Hasan Al-Bashri pun menjawab ringan, “Sudah 11 tahun.” Yahudi itu pun malu sekaligus takjub atas kesabaran Sang Tabiin tersebut. Rupanya kesabaran Hasan Al-Bashri berhasil menawan hati tetangganya. Ia pun menyatakan diri untuk masuk Islam. Allahu akbar Allahu akbar wa lillahilhamd.

Benar Kata Khabib Nurmagomedov. Pemenang tarung bebas 29-0 itu pernah berkata, “Orang Non-Muslim tidak membaca Al-Qur’an, mereka tidak membaca Hadist. Yang mereka baca adalah dirimu, maka jadilah cerminan islam yang baik.”

Jika diri kita baik, maka mereka akan mengesankan kebaikan agama kita. Begitupun sebaliknya.

Islam tertutup oleh umat Islamnya sendiri.” Demikian Syekh Muhammad Abduh berkata mengenai umat islam yang tidak mencerminkan agamanya.

Maka menjadilah khairu ummah adalah sebuah keharusan agar dakwah Islam terus dirasakan baiknya oleh seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Dengan begitu akan datang dari diri mereka kesadaran yang terdalam untuk memeluk agama Islam.

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah. Demkian Quran Surat Ali Imran ayat 110 mengungkapkan.

Ingatkah bagaimana ketika Rasulullah dan kaum muslimin menaklukan Kota mekah, sementara para musuh sudah menyerah dengan keadaan ini. Jika Muhammad ingin membunuh mereka maka mereka tidak akan melawan karena memang tidak bisa melawan. Namun apa yang terjadi?

Wahai orang Quraisy, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kesombongan jahiliyah dan pengagungan terhadap nenek moyang. Manusia dari Adam dan Adam dari tanah.”

Wahai orang Quraisy, apa yang kalian bayangkan tentang apa yang akan aku lakukan terhadap kalian?”

Mereka orang-orang Quraisy Mekah serentak menjawab, “Saudara yang mulia, anak dari saudara yang mulia.”

Aku sampaikan kepada kalian sebagaimana perkataan Yusuf kepada saudaranya” Begitu jawaban tegas lagi lembut dari Rasulullah.

Beliau pun melanjutkan “Pada hari ini tidak ada cercaan atas kalian. Allah mengampuni kalian. Dia Maha penyayang.’ Pergilah kalian! Sesungguhnya kalian telah bebas!” Demikian Ibnu Hisyam mengisahkan dalam sirahnya.

Maka kemudian turunlah Al-Qur’an surah An-Nashr yang berarti kemenangan yang besar.

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.”

Itulah dakwah Islam yang sejuk. Dakwah dengan hati yang meluluhkan.

Mang Agus Saefullah

Marbot Masjid Alfurqon Ciater

Baiti Jannati, 3 November 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *