Oleh: Moh. Anis Romzi

Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Ia Maha Pemurah. Apa saja yang diminta akan diberikan-Nya. No body’s perfect tidak ada manusia yang sempurna. Satu kesalahan wajar dilakukan. Satu dosa, bahkan banyak pun mungkin diperbuat. Ia menjanjikan pengampunan.

Sebuah jalan menuju-Nya adalah niat. Ini adalah sepertiga kehidupan. Niat juga merupakan penanda bunyi untuk harapan. Lurus dan benarkan niat hanya kepada-Nya. Dialah sandaran niat dan harapan tertinggi. Saat menetapkan niat laksana meletakkan pondasi. Awali semua dengan bismillah. Secara aturan normatif (baca;fiqih) tidaklah wajib. Namun secara tauhid wajib. Dengan ini kita menyadari bahwa semua atas kuasa-Nya. Siapa tahu kita lupa bahwa berhasilnya harapan hanya atas usaha kita. Tidak, semua mungkin bagi-Nya.

Cita-cita perlu terus disematkan dalam diri. Itu penuntun langkah dalam mengarungi kehidupan. Cita-cita tertinggi adalah keredaan-Nya. Selain cita-cita itu adalah hiasan. Ketika ini tertanam dalam sanubari dan ranah kecerdasan akal, akan menimbulkan dampak aksi yang sangat luat biasa. Bahasa kekinian menyebutnya dengan motivasi instrinsik. Dorongan yang timbul dari dalam akan melahirkan kehidupan baru. Laksana telur yang pecah dari dalam. Sebaliknya motivasi dari luar terkadang menimbulkan kehancuran. Bila pengelolaan tidak dilakukan secara benar.

Ada amal untuk menuju reda Allah. Amal tidak sebatas bernilai dari sisi keagamaan saja. Saya menyamakan amal itu dengan kerja dalam Bahasa Indonesia. Untuk membuktikan harapan harus ditunjukkan dengan aksi. Ia adalah bukti niat baik yang ada dalam diri kita. Harapan tanpa aksi hanya akan sebatas angan. Tidak bermakna, walaupun Dia telah mencatatnya sebagai sebuah kebaikan. Lanjutkan dengan aksi baik untuk menggambarkan harapan yang kuat.

Teruslah menghidupkan harapan. Jangan pernah berhenti untuk berharap. Adanya harapan merupakan penanda untuk mengisi kehidupan. Tanpa harapan bagai burung tanpa sayap. Banyak kasus di sekitar kita yang mengakhiri kehidupannya sendiri karena hilangnya harapan. Bisa jadi tidak tepat menggantungkan harapan. Dampak yang fatal akan dituai. Keep on hoping. Waktu akan menjadi penghitung setia harapan yang ingin kita wujudkan.

Kita boleh kehilangan materi, namun jangan harapan. Hilang harta benda masih bisa dicari. Namun hilang harapan kita kehilangan segalanya. Asa harus tetap menyala. Dalam kondisi, situasi apa saja. Harapan inilah yang membawa suasana dalam kehidupan diri. Harapan baik akan membawa pada kebaikan, sebaliknya tidak mempunyai harapan membawa kepada kematian. Harapan dahulu, buktikan, baru hasil.

Semua mungkin terjadi. Bahkan sesuatu yang tidak masuk akal. Dia berhak memberi dan mengambil yang ada pada kita semau-Nya. Dengan jalan apa saja. Semuanya sah dan benar. Karena semua milik-Nya dan pasti kembali kepada-Nya. Jadi tenang saja ketika telah menggantungkan harapan pada Sang Pemilik. Dia tidak pernah salah dalam memberi maupun mengambil yang kita anggap miliki. Tanpa harus masuk akal cara yang dilalui. Semua biasa saja, Keep calm with your hope.

Ada harapan ada jalan. Dengan pedoman yang telah digariskan-Nya kita menuju. Doa dan usaha berjalan beriringan. Mereka bagai dua sisi mata uang. Ia akan bernilai bila dua sisi ini tergabung erat. Untuk menjadi bernilai lebih bagikan harapan kepada semua. Ini agar tumbuh menjadi lebih banyak harapan bersama. Harapan semacam titik awal mencapai tujuan. Tetapkan harapan, buktikan dengan perbuatan, serahkan hasilnya pada Dia yang tertinggi. Segala perbuatan baik, akan dihitung dan dibalas. Kembali, tenang saja. Buatlah jalan dengan peta harapan Anda.

Selalu awali dengan bismillah untuk berharap hanya Kepada-Nya.

Palangkaraya, Kalteng. 28/10/2020. Selamat Hari Sumpah Pemuda. Nyalakan Harapan untuk bangkit bersama

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *