MaryatiArifudin, 25 Oktober 2020

Impian kebaikan boleh ditebarkan pada semua orang, agar mampu menginpirasi diri tuk mewujudkannya. Impian itulah janji tuk melunasi atau menggenapkan tujuan yang belum tertunaikan.

Impian merupakan target-target yang harus di jalankan sesuai skala prioritas.  Target tuk membangun taman surga adalah idaman semua orang. Bagaimana cara membangunnya? Ada banyak cara sesuaikan dengan kemampuan dan kuatkan hati tuk berusaha memperbaiki diri.

Amanah menumbuhkan kebaikan, tuk menyayangi anak yatim. Berbuat baik dengan anak yatim adalah ajaran yang lurus. Ajaran mulia ini, sangat menarik perhatian banyak orang. Bagaimana tidak kita lakukan jika kita mampu tuk mewujudkan. Impian itu, harus direalisasikan tuk mencari anak yatim baik yang ditinggalkan oleh ayah atau ibundanya. Bahkan, anak yatim piatu ditinggal kedua orangtuanya adalah tanggung jawab umat.

Meringankan beban mereka selama hidup adalah impian kita bersama. Apalagi, sampai mengantarkan tumbuh dewasa menjadi mukmin sempurna. Sungguh, itu impian yang ingin kita gapai. Hanya orang-orang pilihanlah yang telah mewujudkan perintah-Nya. Ku belum bergerak tuk mengamalkan perintah ini. Mudah-mudah ada jalan tuk mengamalkan perintahnya.

Kedudukanku dan orang yang mengasuh yatim di surga seperti kedua jari ini atau bagaikan ini. Nabi merapatkan jari tengah dengan telunjuk atau jari telunjuk dengan ibu jari).” (HR. Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad nomor 133).

Siapasih yang tak ingin berdekat-dekat dengan Rosululloh di surga. Pastilah impian semua mukmin se-dunia. Dan itulah, cita-cita yang paling tertinggi tuk menjadi ahli surga. Cara jitu, membangun surga diberitahukan secara gamblang yaitu menyanyangi anak yatim.

Tanggung jawab pembiayaan anak yatim bukan hanya negara saja. Seorang mukmin punya peran tuk membahagiaan anak yatim baik yang berasal dari saudara kandung atau saudara lainnya. Sesuai Surat Al Baqoroh ayat 83 yaitu: Dan berbuat baik kepada orang tua, saudara, anak yatim, dan orang miskin. Bagaimakah cara berbuat yang terbaik itu?

Sabda Rasulullah yang berbunyi, “Siapa pun yang mengambil anak yatim di antara kaum Muslim untuk membesarkan, memberi makan dan memberinya minum, Allah mengakui dia ke surga tanpa keraguan, kecuali dia telah melakukan dosa yang tidak diampuni.” (Jami ‘ at-Tirmidzi).

Cara yang arif tuk memberlakukan anak yatim dengan merawatnya seperti anak kandungnya sendiri. Membesarkan secara bersama-sama tanpa ada perbedaan dengan penuh kasih sayang.  Sungguh ini, pekerjaan yang sangat berat kecuali seseorang yang terpilih menjadi ke kasih Alloh SWT.

Godaannya tentunya sangat berat? Bagaimana sang orangtua tidak boleh pilih kasih dalam memberlakukan anggota baru yang masuk dalam lingkungan keluarga. Sungguh itu, pengorbanan yang dilandasi oleh iman yang kokoh. Sehingga wajar saja, seseorang yang dalam rumahnya terdapat anak yatim akan dijamin surga-Nya. Kecuali seseorang itu, telah melakukan dosa yang tidak bisa diampuni yaitu syirik.

Nabi Muhammad menyarankan, “Apakah engkau suka hatimu menjadi lembut dan kamu mendapat hajatmu (keperluanmu)? Rahmatilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan kepadanya dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu akan mendapatkan hajatmu.” (HR. Abdurrazaq) Nikmat yang agung mampu melembutkan hati bagi pelakunya. Ia mampu memberi kasih sayang yang tulus tergambar jelas. Mereka memberi kecupan sayang dan usapan yang lembut padanya. Mereka ihlas memberi perlindungan keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan padanya. Begitulah, hati yang tulus akan muncul bagi seseorang yang memelihara anak yatim. Sungguh, taman surga akan diberikan bagi pelakunya. Pasti menjadi impian kita bersama tuk duduk bersanding di surganya bersama Rasululloh tercinta.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *