Oleh: Ade Zaenudin

Laulal murobbi, maa aroftu robbi? Tanpa seorang guru, bagaimana aku mengenal Tuhanku? Begitu kata pepatah. Pepatah lain mengatakan without teachers life would have no class. Tanpa guru, kehidupan tidak akan memiliki kelas.

Begitu strategis posisi guru.

Masih ingat peristiwa hancurnya Hiroshima dan Nagasaki? Setelah  Kaisar Hirohito mengecek jumlah guru yang tersisa, beliau berkata di hadapan prajurit:

“kita telah jatuh karena tidak belajar. Kita kuat dalam senjata dan strategi perang, akan tetapi kita tidak tahu bagaimana mencetak bom yang sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak belajar bagaimana kita akan mengejar mereka? Maka kumpulkanlah sejumlah guru yang masih tersisa di pelosok kerajaan ini, karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan.”

Hasilnya? Kita bisa lihat Jepang saat ini.

Layaknya sebuah emas, guru begitu berharga, dirindukan setiap orang, diposisikan pada tempat yang terhormat.

Emas? Ya, fungsi guru itu memang emas. (educator, manager, administrator, supervisor).

Educator

Educator bermakna pendidik. Merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidik berarti orang yang memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dengan demikian, guru bukan hanya sebagai pengajar (teacher) yang hanya mentransfer pengetahuan saja tapi juga harus mampu membimbing, melatih, menuntun serta menginternalisasikan nilai-nilai sikap, akhlak, pengetahuan, maupun keterampilan.

Prof. Dr. Ahmad Tafsir menegaskan bahwa sebagai pendidik, guru bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik. Mendidik merupakan tugas yang amat luas. Sebagian dilakukan dengan cara mengajar, sebagian ada yang dilakukan dengan memberikan dorongan, memberi contoh (suri tauladan), menghukum, dan lain-lain.

Manager

Manage artinya mengelola, manager berarti pengelola. Ini berarti bahwa fungsi guru adalah mengelola proses atau kegiatan belajar mengajar.

Sebagai manager, guru harus mampu mengelola seluruh rangkaian pembelajaran dengan baik, tertata, dan terencana, mulai dari perencanaan yang dituangkan dalam RPP, proses atau pelaksanaan pembelajaran, sampai tahap refleksi dan evaluasi.

Administrator

Guru profesional harus mampu mengadminitrasikan seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran.

Pada tahap perencanaan, guru wajib membuat perangkat pembelajaran atau RPP, Program tahunan, program semester dan beberapa perangkat lain.

Pada tahap pelaksanaan, guru pun harus mampu mengadministrasikan progress siswa sebagai bahan pertemuan selanjutnya.

Pada tahap akhir guru harus mampu mengadminstrasikan sistem evaluasi baik yang sifatnya kualitatif maupun kuantitatif

Supervisor

Supervisor bermakna pengawas atau pengontrol. Dalam hal ini, guru diharapkan mampu mengontrol perkembangan anak didiknya agar on the track, serta memastikan tercapainya tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan.

Sekali lagi mari kita pertegas bahwa guru itu emas, educator, manager, administrator, dan supervisor.

Wallohu a’lam

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *