Oleh: Moh. Anis Romzi

Semangat dalam diri timbul tenggelam. Ciri khas manusia tidak stabil. Seperti tulisan your internet connection is unstable, manusia mirip. Ketika tidak stabil dalam diri muncul gejolak yang diluar nalar terkadang. Saat naik turun semangat niat untuk menjaga penting untuk dihadirkan. Kekuatan niat ini yang akan menjaga kestabilan diri. Masalahnya adalah niat yang benar untuk apa dan kepada ia disandarkan.  Untuk menyalakan diri sandarkan niat hanya kepada Yang Tertinggi.

Penting untuk menjaga diri mempunyai harapan. Inilah yang dapat membuat orang tetap berkarya. Jika Anda melihat seorang pekerja yang rela berangkat sebelum subuh pernahkah bertanya. Apa yang membuatku rela melakukan itu? Saya pastikan harapanlah yang membuatnya. Benda abstrak yang mengarahkan manusia untuk berbuat. Sebaliknya banyak kasus tentang bunuh diri. Ini timbul karena hilangnya harapan dalam diri. Berharap kepada Yang Maha Pemberi Harapan. Ia akan menjaga diri.

Akan ada ujian dalam perjalanan. Itu pasti. Ujian dalam bahasa yang lain adalah soal. Ada pula yang menyebutnya dengan masalah. Maju, diam, atau menyerah pada ujian akan menjadi nilai pada diri. Apabila Anda mampu mengambil pilihan yang tepat atas ujian, nyala diri menjadi lebih terang. Namun jika pun salah tidak mengapa. Tidak selalu yang kita pilih benar pada akhirnya. Namun berniat untuk melakukan yang benar terhadap penyelesaian ujian inilah yang penting. Untuk itulah kita belajar. Boleh dari kesalahan ataupun yang belum. Semua ujian dapat jadi pelajaran. Baik itu dari diri sendiri maupun orang lain.

Menulis diri sendiri bentuk menghargai badan. Ini untuk menjaganya tetap hidup. Walaupun sang badan sudah berkalang tanah. Jika yang kita tulis kebaikan, maka panjang usia kebaikan. Sebaliknya berlaku sama pada keburukan. Orang lain bebas menilai. Lebih baik menghargai diri tanpa menunggu dari yang lain. Menulis membuat nyala diri semakin terang.

Tidak ada usaha yang sia-sia. Setiap detik waktu yang berjalan dengan bismilah akan bernilai ibadah. Goresan pena, tetesan keringat ada harganya. Usaha mengembangkan diri akan ada hasil seiring waktu berjalan. Konsisten menjadi kata kunci keberhasilan. Ini akan membawa pada kesuksesan. Itu merupakan bagian dari perjalanan. Sukses bukanlah akhir. Teruslah mengisi kehidupan dengan kebaikan. Semua usaha ada pertanggungjawaban dan harga.

Kegagalan dan keberhasilan selalu berdampingan. Mereka datang silih berganti. Jika kegagalan sama dengan kesulitan dan kesuksesan sama dengan kemudahan tidak pernah berdiri pada satu tempat. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Tentu bagi yang senantiasa berusaha. Jangan pernah menyerah ketika bertemu kegagalan. Ia hanya mengisi jeda antara kesuksesan. Ciptakan sukses diri dengan belajar dari kegagalan.

Meratapi kegagalan terlalu lama, menafikan diri sendiri. Bersedih boleh, tetapi jangan terlalu lama. Segera bangun dan hadapi tantangan baru. Orang yang berhasil bukan berapa kali sukses, namun berapa kali bangkit dari kegagalan.

Hidupkan harapan hanya bersandar kepada-Nya. Diri berhenti berharap laksana kiamat kecil. Harapan itu mengarahkan pada gerak kita. Miliki harapan untuk bertemu dengan-Nya. Inilah persangkaan diri yang bertakwa. Ada hadiah yang disediakan bagi diri yang bertakwa. Buah dari harapan yang benar adalah kesyukuran.

Bersikap positif atas apa saja yang terjadi. Selalu ada hikmah dalam sebuah kejadian. Diri yang bijak pandai mengambil pelajaran. Ia tidak akan menguji hamba melewati batas kemampuan. Nyalakan diri dengan terus berkarya.

Sampit, Kalteng. 24/10/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *