Waktu itu Abu Hurairah menuturkan bahwa ada seseorang mengadadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Wahai Rasulullah, si fulanah sering melaksanakan shalat di tengah malam dan berpuasa sunnah di siang hari. Dia juga berbuat baik dan bersedekah, tetapi lidahnya sering mengganggu tetangganya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

 “Tidak ada kebaikan di dalam dirinya dan dia adalah penduduk neraka.”

Sejenak kemudian para sahabat berkata, “Terdapat wanita lain. Dia (hanya) melakukan shalat fardhu dan bersedekah dengan gandum, namun ia tidak mengganggu tetangganya.”

Lantas Rasulullah pun bersabda,

 “Dia adalah dari penduduk surga.” Demikian kisah ini diriwayatkan dalam Ashahihah.

Fakultas Kedokteran Universitas Maryland Amerika Serikat mengungkap fakta hasil penelitian yang cukup unik tentang wanita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa wanita berbicara tiga kali lipat dibandingkan dengan laki-laki.

Beberapa penyebab diantarnya yaitu adanya hormon oksitosi. Hormon ini aktif saat manusia terhubung dengan orang lain lewat interaksi seperti berjabat tangan, mengobrol, kontak mata, gestur tubuh dan berpelukan. Aktifnya hormon ini membuat wanita merasa bahagia dan lega.

Ketika hormon oksitosin ini mengalami defisit maka seorang perempuan akan lebih banyak mengomel. Ia akan lebih cerewet karena banyak kata-kata yang dikeluarkan.

Tentu saja ini adalah fitrah. Jika dikondisikan dengan baik maka akan berakibat baik juga. Begitupun sebaliknya. Karena itu penting kiranya kita memperhatikan rambu-rambu dari Allah dalam Al-Qur’an surah Alhujurat ayat 11,

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.

Terambil dalam ayat tersebut beberapa rambu dari Allah,

  1. Hindari bullying (olok-olok)
  2. Jangan saling mencela (ghibah dan fitnah)
  3. Tidak boleh tajassus (doyan jadi detektif keselahan orang lain)
  4. Memanggil dengan gelaran yang buruk
  5. Jika sudah terlanjur maka berhentilah dan bertaubat

Mang Agus Saefullah

Marbot Masjid Ciater

Perpustakaan Rumah, 23 Oktober 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *