Wahai Abu Dzarr! jika engkau memasak masakan berkuah, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu.” Demikian Rasulullah menasehati dalam Hadits yang diriwayatkkan oleh Imam Muslim.


Pengarang Kitab “Bahjatun Nadzirin” Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali mencatat ada tiga faedah yang bisa kita ambil dari hadits tersebut,


Pertama, menasihati orang yang dicintai dan sahabat baik dengan nasihat yang bermanfaat bagi dunia akhirat adalah sunah Nabi yang dicontohkan.

Telah meriwayatkan Imam Muslim dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”.


Kedua, rasa cinta dan kasih sayang bisa bertumbuh dengan tradisi saling memberi.

Saling memberi hadiahlah kalian.”Sabda Nabi dalam riwayat Imam Al-Bukhari. “Niscaya kalian akan saling mencintai”.


Ketiga, haram hukumnya seseorang meremehkan pemberian orang lain.

Underlinenya terletak pada kata kerja “memberi”. Bukan pada jenis barang apa yang diberikan. Harga barang bisa saja sangat murah tetapi kata kerja “memberi” nya itu yang sangat mahal. Butuh pengorbanan untuk mengeluarkan harta secara cuma-cuma dan diberikan begitu saja kepada orang lain.


Dalam shahih Bukhari Abu Hurairah meriwayatkan saba Nabi, bahwa beliau bersabda, ”Wahai para wanita kaum Muslimin, janganlah ada seorang tetangga meremehkan pemberian tetangganya yang lain sekalipun ia (pemberian tersebut) berupa ujung kuku unta.”

Sebagaimana diajarkan dalam shalat salam ke kanan dan ke kiri. Tengolah ke tetanggamu kanan dan kiri. Jangan sampai anakmu sakit perut kekenyangan, sementara anak tetangga sakit perut kelaparan.

Mang Agus Saefullah
Marbot Masjid Ciater

Kompleks Mertua Indah, 21 Oktober 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *