Semua Guru,Semua Murid
Oleh: Moh. Anis Romzi

Pengalaman adalah guru berharga. Ambil yang baik untuk kemajuan.

Hari ini adalah refleksi praktik baik antar sekolah. Hari keempat IST Diklat Penguatan Kepala Sekolah. Reviu praktik baik dari peserta jadual kegiatannya. Dimulai pada jam 09.00 (Senin,10/10/2020). Pertama dibuka dengan pertanyaan ada berapa sistematika praktik baik. Kompak seluruh peserta menjawab 6 pada aplikasi mentimeter. “Silakan dijawab!” Nara sumber membuka pertanyaan. Tuliskan masalah, strategi dan langka-langkah, hasil, faktor pendukung, faktor penghambat, dan kesimpulan. Isi dari sistematika praktik baik simpulan hari ini.

Semua bercerita kebaikan yang telah dibuat. Aneka ragam praktik baik sekolah telah dilaporkan. Saatnya berbagi untuk semua. Selalu ada kebaikan di semua tempat. Begitupun sebaliknya ada kekurangannya juga tentunya. Tugas Seorang Kepala Sekolah adalah melahirkan kebaikan dan mereduksi kekurangan secara konsisten. Seluruh kebaikan yang dibagi dianalisis untuk diterapkan pada sekolah masing-masing. Dengan memperhatikan kelemahan dan kekuatan satuan pendidikan praktik baik layak dilakukan.

Belajar dari yang sudah melakukan terasa lebih ringan. Ini karena ada kerjasama yang saling menguntungkan. Ciri khas pembelajaran abad 21 salah satunya adalah kolaborasi. Maju bersama berhasil bersama. Kebersamaan merupakan semangat gotong -royong yang masih relevan untuk dipertahankan. Belajar itu bisa dari siapa saja. Terpenting bahwa belajar bersama untuk memecah permasalahan terkait standar kompetensi lulusan. Diharapkan lulusan mampu mencapai standar meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Senantiasa berbagi kebaikan dalam karya. Praktik baik sekolah berfokus pada pemecahan masalah. Walaupun sederhana namun bermanfaat. Adakalanya satu praktik baik memerlukan adaptasi untuk penerapannya. Di sinilah peran seorang Kepala Sekolah sebagai manajer diuji. Kemampuan mulai dari mengidentifikasi masalah adalah mutlak. Apakah dia mampu mengenali kekuatan dan kelemahan sekolah yang dipimpinnya. Kompetensi manajerial Kepala sekolah harus aplikatif. Maknanya praktik baik diterapkan setelah melalui beberapa tahapan pemecahan masalah. Terkhusus masalah dalam.pembelajaran. Muara dari semua praktik baik di sekolah adalah untuk peserta didik yang wellbeing.

Berbagi informasi kebaikan menguatkan organisasi. Dengan memegang berbagai informasi melahirkan pengambilan keputusan yang tepat. Dalam penerapan praktik baik memiliki data primer. Wajib hukumnya bagi kepala sekolah. Data primer itu dapat berupa rapor mutu, borang isian akreditasi, atau masukan dari stake holder sekolah. Dari dasar informasi inilah dapat diambil tindakan berupa penerapan praktik baik dari yang lain.

Saatnya bergerak mengukir kebaikan untuk generasi bangsa. Ini memerlukan pengorbanan yang sederhana. Pemerintah percaya bahwa salah satu upaya mencapai kemakmuran adalah dengan pendidikan. Pendidikan berkualitas tidak bisa ditawar lagi. Peran Kepala Sekolah dalam membangun komitmen warga sekolah adalah utama. Tentunya dimulai dari diri Kepala Sekolah. Ia di garda terdepan saat membangun komitmen. Terkadang di tengah membangun niat dan kemauan. Atau ia harus rela di belakang untuk memberikan dorongan. Menjadi Kepala Sekolah tidak boleh diam. Ia harus terus bergerak. Kepala Sekolah adalah bilah kemudi kecil satuan pendidikan.

Belajarlah pada pengalaman baik dari yang lain. Semua guru, semua pembelajar. Dengan siapa saja bisa belajar. Itulah sejatinya merdeka belajar. Semua boleh berdiskusi dan mengeluarkan pendapat. Ini pada nantinya adalah perubahan peserta didik ke arah yang lebih baik. Mereka menjadi manusia Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas, terampil, kritis, kreatif dan kolaboratif. Kompetensi lulusan untuk menghadapi perubahan yang sulit diprediksi. Dalam hal ini sumber belajar apa saja, siapa saja, dan di mana saja dapat digunakan. Ingat semua adalah pembelajar.
Sampit, Kalteng. 21/10/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *