Maryati, 13 Oktober 2020

Maukah ku beri tahu, berternak yang tidak akan mengalami kerugian di dalamnya. Berternak yang tidak memunculkan polusi udara atau polusi lainnya. Dan pasti jika siapa yang mau menjalaninya akan mendapatkan rasa bahagia.

Ukuran bahagia adalah relatif bagi siapa saja. Rasa bahagia dapat ditemui dengan bermacam-macam cara.  Bahagia itu sedernana, letaknya cukup dinikmati saja baik secara sendiri maupun bersama. Pasti terasakan perlu terlihatkan oleh semua massa, jika memacu motivasi kebaikan bersama.

Entah mengapa berternak tanpa membuat polusi lingkungan memang menggoda. Bagaimana tidak mengiurkan? Hasilnya membuat berjuta harapan yang berbunga-bunga bagi pekerjanya atau pengusahanya.

Cukup sederhana yang dilakukkan, para pelaku usaha akan mudah menikmati hasilnya. Tak perlu mengeluarkan piluh berlebihan cukup merangkai kalimat  tuk meneberkan kebaikan dan kebermanfaatan. Karya pertama pasti kebanyakan mendapat cibiran tak perlu membuat dirimu baper. Cibiran atau kata-kata tak sedap dudukkan pesan tuk melakukan perbaikan. Terpenting diri kita tetap fokus menyusun kalimat menuju perbaikan lanjutan.

Tetap cari penguat bersama sahabat yang punya semangat tuk membangun tekad. Tekad tuk mewujudkan buku walau secara bertahap. Baik fiksi atau non fiksi yang penting jangan bingung tuk berbuat. Berbuat yang terbaik lewat untaian kalimat walau cukup buat sahabat.

Anti baper tuk berbuat yang terbaik, walau dicibir beberapa sahabat. “Jika berbuat seperti itu, akupun dapat mewujudkannya”, kata sahabat. Cukup dirimu pantulkan jika ada suara sumbang tidak sependapat. Tidak mungin kita menyenangkan semua manusia karena diri kita bukan malaikat. Apalagi sebuah tulisan yang berasal dari kita yang baru pertama berbuat.

Berkarya terus menebar kebermanfaatan tuk mewujudkan mimpi-mimpi yang bermartabat. Buatlah target  tulisan  walau waktumu begitu padat. Jangan cari alasan yang membawa diri terlena walau sesaat.

Tulis, tulis, dan tulislah suatu kebaikan walau satu ayat. Tuk menjadi pengingat di akhir hayat. Tulisanmu tak akan musnah tertelan waktu. Jadikanlah sebuah buku sebagai pengingat. Buku yang mampu menginsipasi terdokumentasi dipojok literasi. Buatlah, karya buku itu janganlah saling menunggu.  Agar negerimu tampak ayu, banyak karya-karya baru tuk menguatkan literasi bergerak seperti bayu.

Mari berternak tulisan setiap waktu, agar bumi ini terwarnai karya buku baru. Banyak yang harus kita perbuat untuk mengisi waktu yang bermanfaat tuk menyusun perencanaan yang bermutu. Yakinlah, setiap diri mampu menangkap peluang mewujudkan impian baru. Agar bahagia mampu terukur setiap waktu. Buatlah, progres-progres baru tuk mewujudkan impian buku itu. Bahagia akan kita dapat  nanti dipenghujung umurmu.

Wujudkan mimpi itu, agar tidak menyesal dikemudian hari. Bahwa, menghasilkan tulisan setiap hari mampu membangun ketahanan diri. Apalagi, mengumpulkan tulisan itu menjadi prodak sebuah buku. Pasti akan muncul nikmat yang tiada terlihat. Nikmat bahagia sepanjang hayat sebagai filter jika penulis salah berbuat. Sungguh! Karya buku merupakan rekam jejak kehidupan yang tak bisa hilang tertelan waktu.

Imam Muslim meriwayatkan: “Barangsiapa yang menunjukkan pada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”.

Berlomba-lomba dalam menebarkan kebaikan adalah ajaran yang mulia. Cara bertebar manfaat yang tidak mengandung resiko besar, namun efeknya dahsyat. Tulis, tulis, dan tulis kalimat mulia tuk pencerah generasi hebat yang bermartabat.

Keuntungan yang berlipat ganda bagi para penulis pemula saat menebarkan kalimat bermakna. Sasaran baru tuk generasi milenial terpikat melalui untaian kalimat berbentuk esay, puisi dan sejenisnya. Dengan menyebarkan kalimat bermakna ke seluruh media akan membuat efek bola salju yang memikat pada generasi gadget.

Buat cover yang memikat sebagai target pertama buku terbit mampu memotivasi pembaca makin mendekat. Harapannya, mudah-mudahan pembaca terpikat dan merasakan manfaat. Kita akan melahirkan generasi hebat yang mempunyai kegemaran baru yang bermartabat. Bukankah kebaikan terbentuk oleh tangan-tangan penggeraknya akan menjadi ladang amal bagi semuanya. Ladang kebaikan bagi penulis, editor, penerbit, penjual dan pembelinya. Olehkarena itu, sampaikan kebaikan dengan sebuah karyamu akan mampu mewarnai sejarah kehidupanmu. Dengan menebar harumnya karya bukumu diharapkan mampu merubah pembiasaan diri dan lingkungan menjadi lebih kondusif.

0Shares

By Admin

One thought on “Keuntungan Yang Berlipat Ganda”
  1. Masya Allah bun….bait demi bait konten tulisannya padat makna…..sy suka bun….mengajak utk mulai menulis dan menulis demi menebar virus kebaikan…..insyaa Allah sy akan coba mengikuti jejak bunda Maryati utk menulis…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *