Setiap hari “sarapan pagi” dari Pak Cah terhidang. Tak terkecuali diantara kita, semua boleh menikmatinya. Wajib dilahap habis, karena selain enak sarapan ini juga bernutrisi tinggi. Mampu meningkatkan semua lini spirit para penikmat.

Sebutan “sarapan pagi” ini kami ambil karena memang Pak Cah menyuguhkan tulisan bernas, cerdas dan berkelas itu setiap pagi. Sesekali Pak Cah telat menyuguhkan, maka kami penasaran. Kemana Pak Cah? Rasa khawatir itu timbul. Jangan-jangan Pak Cah sakit. “Ya Allah berilah beliau kesehatan”. Gurunda kami yang tersimpan seribu jasa, mengajari kami tentang banyak hal. Bukan saja tentang menulis tapi juga tentang melukis. Melukis gambar kehidupan. Agar setiap kita selalu ceria dengan warna “khairunnas anfauhum linnas”.

Banyak hal menarik dari “sarapan pagi” Pak Cah. Salah satu yang membuat saya tekesan dengan tulisan-tulisan beliau adalah selalu menuliskan kata “Anda” untuk menyebut orang kedua atau pembaca.

Kata “Anda” sendiri memiliki keunikan yang berbeda dengan kata “kamu” atau “kalian”. Mislanya penulisannya selalau dengan hurup kapital di awal kata. Terlepas dari posisinya ada di awal kalimat, tengah bahkan akhir. Sementara itu ini tidak berlaku bagi kata “kamu” apalagi “kalian”.

Pak Cah kok pakai kata “Anda” yah? Padahal beliau bisa saja pakai kata “kamu” atau “kalian”. Bebas dong. Wong beliau guru kita semua.

“Anda” atau “kamu” adalah kata ganti untuk orang kedua. Istilahnya pronomina kedua. Dalam bahasa arab disebut sebagai mukhatab. Baik “kamu” atau “Anda” keduanya sama-sama kata ganti orang kedua atau yang diajak bicara. Namun, penggunaan kata “Anda” itu bersifat formal, penuh penghormatan dan mengesankan adanya unggah-unggah.

Dalam “The Pronouns of Power and Solidarity” R. Brown dan A.Gilman mencetuskan istilah pembedaan “T-V”. T (dari bahasa latin tu) dan formal V (dari bahasa latin vos). Sejarahnya ini diawali dari penghormtan terhadap Kaisar Romawi. Kata ganti orang kedua untuk kaisar menggunakan bahasa latin vos. Yang maknanya lebih khidmat dari pada tu. Jika tu itu sepadan dengan kata “kamu” maka vos sepadan dengan kata “Anda” dalam konteks bahasa kita bahasa Indonesia. Meskipu  tentu saja, jika digali lebih mendalam memahami tu dan vos tidak bisa sesederhana ini.

Penggunaan kata “Anda” dalam setiap tulisan Pak Cah bagi saya adalah sebuah keteladanan. Betapa Pak Cah adalah orang yang terhormat, layak mendapatkan penghargaan dari siapapun karena sebuah alasan pasti yaitu “karena beliau pandai menghormati dan menghargai orang lain”.

Saya ingin menerik pelajaran penting dari penggunaan kata “Anda”ini pada konteks kehidupan bertetangga. Kepada mereka baik tetangga di kampung maupun tetangga virtual. Menempatkan tetangga agar selalu nyaman hidupnya paling tidak dengan lisan kita yang selalu baik ucapannya.

Loh, pentingkah?

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya.” Demikian Rasulullah menyampaikan nasihatnya.

Dengan tetangga, setiap hari setiap waktu bertemu, berpapasan, dan bersinggungan. Jika tak pandai-pandai menjaga hubungan maka peluang untuk konflik selalu tebuka. Gesekan selalu muncul. Lama-lama bisa membesar. Hal-hal kecil bisa saja menjadi pemicu keretkan hubungan antar tetangga. Karena itu penting sekali kita meminimalisir gesekan itu dengan menjaga lisan.

“Seseorang berkata, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya fulanah banyak melakukan shalat, sedekah, dan puasa. Hanya saja ia menyakiti tetangga dengan lisannya.” Rasulullah SAW bersabda, ”Seseorang diceritakan sedikit melakukan puasa dan shalat, tapi ia bersedekah dengan beberapa potong keju dan tidak menyakiti tetangganya, maka wanita ini ada di dalam surga.” Imam Ahmad dan Ibnu Hibban meriwayatkan.

Maka menghadirkan harga lebih utuk tetangga, adalah sebuah keharusan. Karena itu prioritaskanlah segala kebaikan kepada mereka yang paling terdekat rumahnya dengan kita.

”Sebaik-baik teman di sisi Allah.” Kata Baginda Rasul dalam riwayat At-Tirmidzi. “adalah orang yang paling baik di antara mereka terhadap temannya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik di antara mereka terhadap tetangganya.”

Sudahkah Anda menyenangkan tetangga Anda hari ini?

 Mang Agus Saefullah

Marbot Masjid Ciater

Perpustakaan Rumah, 17 Oktober 2020

0Shares

By Admin

2 thoughts on “Tu Or Vos”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *