Oleh: Moh. Anis Romzi

Mungkin membosankan menulis sesuatu yang berulang-ulang.” Eh, itu sudah biasa. Ini sama dengan yang kemarin”. Aneka komentar akan muncul. Tidak mengapa, yang sama atau hampir sama adalah kejadiannya. Tetapi tidak dengan waktunya. Ingat kata Pak Cah. Menulis itu anti baper. Sampai bersambung-sambung Pak Cah menulis anti baper. Tiap hari bukan bapernya. Kata M. Zulkifli teman di grup Fb “ tulisannya boleh baper, tetapi tidak dengan penulisnya”. Masuk Pak Eko, eh Pak Zul.

Saya berusaha menulis apa yang saya lakukan dalam tugas sehari-hari. Mulai dari awal pagi saat datang ke sekolah sampai dengan berakhirnya jam pembelajaran. Bahkan sering pula sampai malam hari. Ini apabila memang melakukan yang berhubungan dengan pekerjaan. Memang hari bisa sama, namun kejadian, ruang  dan waktu pasti berbeda. Inilah hal yang mengasyikkan dalam aktivitas menulis diari tugas. Saya berpikir bahwa menulis inilah yang merawat ingatan kita. Ketika ada peristiwa yang berhubungan tinggal memanggil catatan dalam diari tugas.

Aktivitas para peserta didik ada menghiasi diari tugas harian saya. Itulah profesi saya, pendidik. Suatu pekerjaan yang pantas bahkan wajib disyukuri. Bertemu mereka adalah berkah. Terkadang menguji kesabaran, di lain waktu saling berbagi cerita. Ketika ditulis akan menjadi cerita yang tiada habisnya.

Terkadang diskusi ringan dengan teman sejawat pun tidak luput saya tulis. Setiap pagi saya bertemu dengan teman yang sama. Namun ingat bahwa setiap hari mereka mempunyai cerita yang berbeda. Ada saling mengisi, berbagi informasi untuk kebaikan. Untuk kemajuan sekolah. Lagi-lagi hal yang demikian pantas ditulis pula dalam diari tugas.

Pertemuan dengan orangtua wali, komite sekolah, tamu juga ada. Selalu ada yang berbeda informasi yang mereka bawa. Terkadang mengundang tawa, suatu saat kesedihan, lain waktu kebahagiaan. Banyak cerita yang mengisi kehidupan. Saya banyak belajar dari mereka. Semua adalah guru, semua adalah siswa. Nilai pendidikan terkini saya kira.

Para pendidik, dan tenaga kependidikan dan warga sekolah juga masuk dalam isian diari. Kekurangan, kelebihan, evaluasi adalah sumber-sumber tulisan harian saya. Selain menyenangkan, menulis diari tugas juga memudahkan.

Ternyata menulis setiap hari banyak manfaatnya. Khususnya yang berhubungan dengan pekerjaan. Tidak jarang pengawas sekolah saya tiba-tiba meminta laporan tertulis. Dulu saya sering kelabakan. Namun tidak dengan sekarang. Setelah setiap hari menulis di diary tugas, tagihan berupa laporan tertulis dapat terselesaikan hanya dalam hitungan menit.

Fakta bahwa menulis memudahkan pekerjaan. Saya hampir baru menyadarinya. Selain itu menulis diari adalah melawan lupa. Selalu saya lampirkan hari, tanggal dan bulannya. Bahkan tahun. Ini sangat memudahkan kita apabila ditagih dalam bentuk laporan tertulis. Ada pengalaman yang terikat kuat. Adalah benar menurut Hernowo ‘membaca menangkap makna, menulis itu mengikat makna’. Salah satu makna itu adalah pengalaman. Ini pasti unik. Karena setiap orang pasti berbeda pengalamannya.

Mudah menulis, mudah selesaikan pekerjaan. Ini bukan isapan jempol. Jika Anda melakukannya paling sedikit satu halaman diari telah terisi. Bayangkan jika 365 hari. Akan ada 365 halaman tulisan. Anda ingin menjadikannya buku, itu tidak akan menjadi masalah. Microsoft saja sekarang berlabel 365. Masa Anda Tidak? Yuk, kita menulis 365!. Menerbitkan bukunya boleh ditunda, tetapi menulisnya tidak. Isi diari harian tugas anda dengan tulisan. Pekerjaan Anda akan mudah terselesaikan. Mau?

Sampit, 13/10/2020

0Shares

By Admin

2 thoughts on “Menulis Diari Tugas: Memudahkan Penyelesaian Pekerjaan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *