Oleh: Ade Zaenudin

Berapa tahun lagi usia tersisa? Sudahkah kita bermanfaat bagi orang lain? Apa yang akan menjadi warisan kita? Wallohu a’lam.

Pertanyaan terakhir bisa dijawab beragam sesuai selera, mungkin harta yang bisa habis seketika, amal atau ilmu yang selalu mengalir tak terjeda.

Manusia bersifat fana, satu saat akan sirna.

Lalu, buat apa berdoa minta panjang umur? Tentu bukan kita menolak wafat tapi setelah wafat kita berharap kebermanfaatan kita masih bisa dirasakan oleh yang masih hidup. Ini yang dimaksud panjang umur.

Kita mengenal Nabi Adam, Fir’aun, Qarun, Aristoteles, Imam Ghazali yang kesemuanya hidup di masa lalu dan saat ini jasadnya sudah tiada, tapi setiap generasi tetap mengenal dan menyimpan memori pengetahuannya serta akan disampaikan pada generasi selanjutnya, begitu seterusnya.

Persoalannya adalah apakah kenangannya baik atau buruk. Saya yakin kita semua ingin dikenal baik selamanya.

Melakukan kebaikan dan menyampaikan kebaikan tersebut kepada orang lain adalah pilihan terbaik agar kita senantiasa dikenang baik.

Berbagi kebaikan adalah cara menyuburkan kebaikan, agar tumbuh di sepanjang jaman.

Ada banyak cara untuk menyampaikan kebaikan, dari mulai cara sederhana sampai yang membutuhkan tenaga ekstra. Penyampaian kebaikan bisa berbentuk lisan ataupun tulisan, keduanya mempunyai kelemahan dan kelebihan tersendiri.

Berdasarkan Teori Piramida Belajar, efektivitas penyampaian melalui lisan hanya sekitar 5% yang bisa diserap pendengar. Kondisi ini bisa lebih parah karena tabiat manusia sering dihinggapi penyakit lupa, bisa dibayangkan, hanya 5% yang diserap, lalu setelah itu lupa.

Berdasarkan hal tersebut kita bisa memilih tulisan sebagai media untuk penyampaian kebaikan agar mampu bertahan lama. Satu saat kita lupa, maka tulisan itu bisa kita kembali baca.

Andaikan para cendekiawan berabad lalu tidak punya tradisi menulis, dari mana kita bisa mencari sumber informasi pengetahuan. Gelap rasanya dunia ini.

Verba volant, scripta manent, begitu pribahasa Latin kuno segala yang terucap akan menguap, menghilang bersama udara, segala yang tertulis akan tetap eksis, membeku bersama waktu

Wallohu a’lam

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *