Oleh: Ade Zaenudin

“Ice cream, the great melter of all resolve”, Es krim, perpaduan sempurna dari semua tekad. (Dr. Idel Dreimer)

Es krim memang selalu menggoda. Kedahsyatan sampai menjadi lirik lagu Blackpink dan Selena Gomez yang berjudul Ice Cream.

Doug Ducey, pengusaha es krim yang menjadi Gubernur Arizona ke-23 mengatakan Ice cream bring people together, es krim menyatukan manusia. Dahsyat kan?

Begitu pula dengan sebuah tulisan, sesungguhnya kelezatannya bisa menyatukan manusia dalam sebuah rasa. Karena sebuah tulisan, ada yang menangis, terharu atau sebaliknya tertawa berjamaah.

Sebuah tulisan bisa sangat lezat jika mengandung cita rasa, ya, cita rasa “es krim” (esensial, krusial, dan meaningful).

Esensial

Tulisan bisa dirasa lezat jika isinya adalah sesuatu yang dianggap penting oleh pembaca. Memang bisa sangat subjektif, penulis bisa saja merasa tulisan itu penting bagi dirinya, tapi belum tentu buat pembaca.

Tidak usah risau, ada beberapa tujuan menulis. Ada tulisan yang sifatnya konsumsi pribadi dan ada tulisan yang tujuannya untuk dikonsumsi publik. Tulisan yang sifatnya katarsis misalnya, bertujuan untuk meluapkan rasa, melegakan emosi, menuangkan apa yang dipikirkan atau dirasakan dalam sebuah tulisan. Tulisan yang bersifat katarsis ini tentu dianggap penting oleh penulis yang sekaligus sebagai pembaca juga.

Demi kebermanfaatan yang lebih besar, tulisan tentu harus diorientasikan menjadi sesuatu yang bisa dinikmati publik, tulisan yang kontennya esensial, sesuatu yang penting untuk dibaca. Apakah harus panjang, terdiri dari beberapa paragraf? Tidak. Perhatikan quote-nya Doug Ducey dan Dr. Idel dreamer yang saya kutip di atas, hanya satu kalimat tapi isinya esensial dan bermakna.

Anda mau nulis status di media sosial? Tulislah sesuatu yang dianggap penting walau hanya satu kata.

Krusial

Tulisan ini saya buat tanggal 10 Oktober 2020, tepat lima hari setelah disahkannya RUU Omnibuslaw oleh DPR yang memicu demo buruh di berbagai daerah.

Salah satu amunisi yang mampu membakar semangat demonstran dan menjadi perhatian masyarakat luas adalah tulisan-tulisan terkait ketidakberpihakan undang-undang tersebut bagi pekerja, hal-hal yang sifatnya menyangkut hak hidup banyak orang. Terlepas tulisan-tulisan itu kredibel atau hoax namun karena dianggap krusial maka tulisan-tulisan itu menjadi santapan yang banyak dikonsumsi publik. Penulis yang bijak tentu akan menghindari hoax.

Meaningful

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Banyak hal yang bisa kita pilih agar hidup ini bermanfaat, salah satunya adalah menebar tulisan-tulisan bermanfaat.

Setiap orang tentu punya selera berbeda terkait konten tulisan. Begitu juga penulis, seleranya berbeda-beda pula. Apapun seleranya, penulis yang bijak akan memilih tulisan yang mampu mendatangkan kebermanfaatan.

Kita sadar, batas ruang dan waktu di jaman ini semakin sempit bahkan nyaris hilang. Komentar atau status di media sosial yang kita publish saat ini langsung terbaca oleh siapapun, dimanapun, bisa orang dewasa maupun anak-anak. Oleh sebab itu, pikirkan terlebih dahulu sebelum klik tombol kirim, apakah tulisan kita ini bermanfaat atau tidak? Ada baiknya Anda urungkan jika itu justru malah mendatangkan madharat.

Pertanyaan saya, apakah tulisan ini bermanfaat? Wallohu a’lam. Saya hanya bisa berdoa, semoga saja bermanfaat.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *