Oleh: Moh. Anis Romzi

Hari pertama selalu menjadi sejarah. Ia menggambarkan sesuatu yang mengundang tanya. Akan ada apakah yang terjadi. Itu bertepatan dengan tanggal 07 Oktober 2020. Diklat Penguatan Kepala Sekolah yang diselenggarakan P3GTK Kelas A Kabupaten Katingan resmi dimulai. Diklat yang diperuntukkan bagi guru dengan tugas tambahan Kepala Sekolah yang belum memiliki STTPL calon Kepala Sekolah. Ini berdasarkan amanat Permendikbud no 6 tahun 2018.

Pengenalan LMS (Learning Management System) pada Diklat Penguatan Kepala Sekolah kelas A Kabupaten Katingan. Ini adalah aktivitas pertama. Bagian dari pendahuluan yang berisi pengenalan fitur-fitur pada aplikasi yang digunakan. Moda yang diterapkan adalah daring. Ini berbeda dengan kegiatan yang sama pada tahun sebelumnya. Karena masa pandemi covid-19 cara ini dianggap paling baik. Sedangkan pada tahun sebelumnya dengan moda tatap muka selama 7 hari.

Datang agak telat di ibukota kecamatan (Pegatan). Pada jadwal kegiatan akan dimulai pada pukul 09.30 saya tiba pada pukul 09.40. Walaupun daring yang seyogianya bisa dilakukan dari rumah. Namun karena sinyal internet yang tidak mendukung, terpaksa harus menempuh perjalanan sekitar 15 km untuk mendekati tower jaringan internet selular. Tidak ada pilihan lain.

Kendala sinyal internet paling dominan. Saat itu pula terjadi lagi. Sinyal internet yang biasanya lancar, tepat pada saat pelaksanaan konferensi video macet. Berbagai upaya mendapatkan sang sinyal tidak kunjung berhasil. Mulai dari mengganti kartu selular, menyalakan ulang gawai sinyal tidak ada terdeteksi. Ditambah jaringan listrik yang memang hanya beroperasi pada siang hari saja. Itu menambah sulitnya sinyal internet datang.

Rasanya hampir putus asa. Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 km sinyal internet belum ketemu. Tidak ada lagi yang rasanya yang dapat dikerjakan untuk menghadirkan sinyal. Saat duduk menunggu sinyal muncul, datanglah seorang teman menghampiri. “ Pak, kita coba mencari tumpangan sinyal di sekolah sebelah. Katanya mereka punya alat penguat sinyal internet berbeda dengan yang lain. Tidak terhubung dengan jaringan seluler. Alatnya langsung terhubung dengan satelit. Siapa tahu bisa.”

Suatu kejadian tidak ada yang kebetulan. Saya berangkat kesana. Dengan harapan dapat bertemu sinyal internet. Alhamdulillah ternyata memang benar adanya. Walaupun terlambat sekitar 30 menit, akhirnya dapat juga. Secara tidak sengaja bertemu dengan rekan guru yang juga sedang mengikuti diklat daring juga. Diklat guru Al-Quran Hadits se Indonesia timur katanya. Sekadar menyapa sang bapak, saya berizin menumpang sinyal internet. Saya yakin bukan kebetulan. Tetapi itu adalah kebenaran.

Belajar dengan menumpang sinyal internet di MTsN 2 Katingan. Ada fasilitas internet khusus yang mereka miliki. Bhakti Asi kalau tidak salah sebutannya. Saya melihat ada dua antena berbentuk parabola di depan kantor. Salah seorang karyawan Tata Usaha sekolah membantu. Dengan sabar ia mencoba mengoneksikan laptop saya ke internet. “ Sudah bisa pak, silakan!” ia mempersilakan saya dengan hormat. Anak muda yang sopan. Saya pikir.

Dari jumlah peserta terdaftar 20 kurang dari 50% yang aktif. Sama kendala internet  permasalahannya. Rekan-rekan peserta lain juga mengalami gangguan teknis yang sama. Pada awalnya lancar. Tiba-tiba hilang sinyal internetnya. Dari seluruh peserta hanya 3 orang yang dapat menyelesaikan materi pengenalan LMS siang itu. Alhamdulillah saya salah satunya. Terima kasih telah dimudahkan. Semoga tidak sia-sia usaha yang dilakukan. Ada keberkahan ketika waktu dimanfaatkan untuk kebaikan.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng, 10/10/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *