MaryatiArifudin, 7 Oktober 2020

Memanfaatkan olah pikir dibangun dari kemauan yang kuat tuk berkresi positif agar tulisan tercipta dari melodi yg muncul dihati. Kunci utama terpenting dalam menulis tidak usah bingung.  Menulislah pesan murobiku, jika mau menulis kuatkan tujuan agar tulisan tidak sirna tertelan angin.

Kadang menggebu ingin menulis, udah siap di depan laptop namun masih bingung tuk menulis. Tulislah kebingunganmu jabarkan menjadi kalimat kebaikan, agar kerja laptopmu tak sia-sia. Cum lima ratus kata perhari, ini tantangan penulis pemula seperti diriku.

Perhatikanlah, saat kita marah kadang kalimat itu lepas setiap hari lebih dari 500 kata. Atau saat anda bercerita dengan sahabat, kadang sampai malam ndak putus-putusnya bercerita. Entah cerita masa lalu saat bersama-sama nuntut ilmu. Dapat jua, kenangan terbaik saat berjuang menjalani kehidupan. Pasti semua orang punya cerita atau nostalgia, sampaikan tuk menjadi pembelajaran terbaik bagi generasi masa kini yang makin hebat.

Walau berbeda zaman saat pengalaman terjalani, sampaikanlah jika itu mengandung nilai kebaikan. Jangan ragu menyampaikan kebaikan walau satu ayat. Rasa itu selalu ada, sampaikanlah dalam untaian kata-kata yang mengandung makna untuk generasi muda.

Usai kita telah senja, mari kita isi umur ini dengan untaian kata buat sahabat atau tetangga dekat. Hal ini, perlu dua kata penting yaitu nekat dan sepakat tuk suatu karya yang bermanfaat.

Banyak waktu luang diusia senja, jangan terlalu melamunkan masa lalu masa itu telah lewat. Saat ini, perlu menyajikan suatu untaian kalimat bermanfaat sebagai bekal akherat. Mari kita sepakat, perlu tekad dan nekat tuk perbaiki niat membangun masyarakat yang berakhlak walau berupa tulisan satu ayat.

Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)? (Surat Al-Ghasyiyah, Ayat 1). Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?” (Surat Az-Zalzalah, Ayat 1-3)

Al Quran membicarakan peritiwa yang valid dan nyata. Masihkah sebagian insan di bumi meragukan kabar yang paling dahsyat yang kelak akan hadir. Masih ragukah tentang suatu bekal tuk hari akhirat yang kekal nan abadi. Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (-Surat Al-A’la, Ayat 17)

Semua orang setelah mendengar berita itu, pastinya akan selalu berlomba mempersiapkan diri tuk menyambut berita besar. Berita penting ini, suatu saat nanti pasti akan terjadi. Tinggal kita perlu mempersiapkan diri, tuk mencari bekal yang terbaik. Masihkah kita ragu dengan hadirnya pertanda berita besar itu?

Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya. Surat An-Naba’, Ayat 39

Berita penting itu sebagai peringatan bagi seluruh alam agar menempuh jalan benar sesuai Al Qur’an sebagai tuntunan kehidupan. Berita yang agung itu harus ditempuh dengan mentaati ajaran mulia dan berbekal taqwa untuk menuju Tuhannya.

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Surat Al-Hajj, Ayat 1).

Bukti nyata telah terasakan di seluruh belahan bumi. Jika bumi membuktikan ketundukkan pada Tuhannya tuk mengosongkan isi perutnya, maka terguncanglah bumi ini. Akhirnya, sebagian bumi mengalami porak-poranda. Ciri-ciri kelelahan bumi telah terlihat dimana-mana. Masing-masing belahan bumi telah memuntahkan bebannya, masih ragukah tentang berita besar itu?

(Al-Qur’an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam (Surat At-Takwir, Ayat 27). Oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat (Surat Al-A’la, Ayat 9).

Kembalilah pada jalan yang benar agar tidak terjadi penyesalan. Kembali pada jalan mulia tuk mengikuti ajaran yang lurus. Dengan mempedomi  Surat Al-Muzzammil, Ayat 20 yang berarti,” maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Peringatan penting ini adalah tatanan hidup yang perlu disampaikan tuk pengingat diri saat menjalani terapi kehidupan. Agar kehidupan akhir nanti, tidak ada penyesalan lagi. Sesuai peringat surat Al Fajr ayat 24 yaitu : Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”. Penyesalan terakhir tiada guna, ibarat nasi telah jadi bubur maka tidak ada manfaatnya penyesalan itu.

Sentuhan pena ini, selalu mengingatkan pesan khusus bagi penulisnya agar mampu membenahi diri. Hidup selalu menebarkan kebenaran, walau terasa pahit tuk melukiskannya. Makin bercengkrama sambil mengolah pola pikir diri tak terasa tulisan teruntai lewat lantunan lisan pagi hari ceria. Tulisan sederhana ini akan menjadi pengingat walau sekejap dalam menitih hidup di saat mengisi usia senja.

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *