Oleh: Moh. Anis Romzi

“Dalam rangka jeda tengah semester kita sepakati mengadakan lomba kreativitas peserta didik secara daring ya, Bapak dan Ibu?”simpulan akhir hasil evaluasi manajemen mingguan SMPN 4 Katingan Kuala. Setelah masa PTS berakhir diperlukan aktivitas peserta didik untuk membangkitkan kreativitas dan inovasi. Ini juga merupakan sarana rekreasi yang mendidik untuk semua. Harapan besar akan tumbuh rasa percaya diri pada para peserta didik SMPN 4 Katingan Kuala. Satuan pendidikan berkewajiban memfasilitasi minat dan bakat positif peserta didik untuk berprestasi.

Setelah satu minggu melaksanakan PTS daring dan luring, saatnya jeda tiba. Pada saat kelas tatap muka biasanya akan diadakan classmeeting oleh OSIS. Namun saat ini situasinya berbeda. Ya pandemi covid-19 masih belum berakhir. Aktivitas lomba yang biasanya digelar secara tatap muka, hari ini harus secara daring. Pandemi seyogianya tidak membunuh kreativitas peserta didik. Anak-anak saat ini harus dibekali dengan kemampuan adaptasi. Segala kemungkinan dapat terjadi. Kesiapan inilah yang perlu ditumbuhkan sejak di bangku sekolah.

Lomba membuat video tik-tok jadi pilihan. Ini karena aplikasi yang sangat populer di kalangan peserta didik. Tik-tok positif kata kuncinya. Makna positif bagi satuan pendidikan SMPN 4 Katingan Kuala adalah tidak bertentangan dengan empat norma kehidupan. Ini adalah pembelajaran langsung pada kehidupan. Dewasa ini para pemelajar kekinian ramai menggunakan aplikasi ini. Harapan besar tumbuh kreativitas dan inovasi pada pemanfaatan teknologi informasi.

Sumpah Pemuda ditanamkan melalui lomba pidato daring. Bulan Oktober bangsa Indonesia mencatat sejarah gemilang para pemuda. Generasi kini mesti diingatkan bahwa ada semangat yang perlu diteladani. Dengan lomba pidato daring diharapkan para peserta didik kembali melahirkan semangat para pendahulunya di waktu muda. Orang yang sukses membawa negara adalah mereka yang bekerja keras diwaktu mudanya. Tidak ada yang diam, mereka telah berjuang sejak masa mudanya. Lomba pidato bertujuan kembali menggelorakan semangat pemuda yang digagas pada kongres pemuda II 28 Oktober 1928.

Ini adalah sejatinya pembelajaran. Pembelajaran yang memberikan pengalaman. Masa pandemi covid-19 tidak boleh menyurutkan semangat belajar dan perjuangan. Ini dapat menjadi peluang sekaligus tantangan generasi saat ini. Mundur atau tetap menyalakan nyali. Berkarya memerlukan keberanian. Rasa takut adalah penjara yang tidak kelihatan. Pendidik harus mendorong anak-anaknya menunjukkan hal positif. Agen perubahan dimulai dari kelas-kelas yang berkualitas.

Harapanlah yang membuat seseorang berkarya. Termasuk SMPN 4 Katingan Kuala berharap besar bahwa lulusannya mampu berkolaborasi dan berkompetisi pada kehidupan nyata nantinya. Masa yang sulit diprediksi akan terjadi apa. Namun kesiapan, semangat juang harus tetap menyala, bagaimanapun keadaannya. Belajar di masa pandemi tetap kompetitif.

Perlombaan adalah hal lumrah dalam kehidupan. Bahkan Allah memerintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Kegiatan Jeda Tengah Semester ini adalah itikad baik untuk menumbuhkan kebaikan di masa pandemi covid-19. Tetap belajar dan berlomba walaupun tidak bertatap muka. Tidak melulu berlomba sejatinya melainkan juga bekerjasama.

Jeda Tengah Semester SMPN 4 Katingan Kuala berani berkarya. Untuk berani peserta didik harus didorong. Inilah fungsi pendidik sebagai Tut Wuri Handayani. Kapasitas dan keterampilan harus diasah salah satunya melalui even lomba saat jeda belajar daring reguler.  Sebuah pesan bijak ‘Jangan pernah berhenti untuk mengupayakan kebaikan, karena itu adalah perjuangan di era ini. Bangsa ini memerlukan pembelajar sepanjang hayat. Guru belajar, peserta didik belajar, dan masyarakat  juga tetap belajar. Inilah upaya menuju kesejahteraan.

Jaya Makmur, Katingan, Kalteng. 07/10/2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *