Lamongan – kalimatindonesia.id. Masa pandemi corona seperti saat ini membuat nasib perpustakaan sekolah seperti mati suri, termasuk perpustakaan SMPN 1 Sukorame. Sekalipun di Lamongan sudah mulai dilakukan simulasi tatap muka tapi tetap dengan aturan yang ketat, salah satunya tidak ada jam istirahat dan siswa di sekolah maksimal empat jam. Sehingga tidak ada kesempatan bagi siswa untuk berkunjung ke perpustakaan karena memang semua serba dibatasi.

“Melihat kondisi yang seperti ini, kami sebagai pengelola perpustakaan mulai berfikir bagaimana cara agar minat siswa untuk membaca tetap bisa tersalurkan tanpa membahayakan kesehatan siswa. Dari sinilah kami berinisiatif untuk membuat web perpustakaan yang berisi informasi seputar kegiatan perpustakaan dan buku-buku elektronik yang bisa dibaca siswa.” Demikian disampaikan oleh Nurul Komariyah, S. Pd selaku Kapus SMPN 1 Sukorame saat diwawancarai oleh kalimatindonesia.id (28/09/20).

“Web kami ini memang masih jauh dari sempurna dan perlu perbaikan dan penambahan di sana sini. Saat ini web perpustakaan kami ini masih dalam proses pengisian ebook dan yang lainnya, yang in syaa Allah akan dilaunching pada tanggal 28 Oktober bersamaan dengan peringatan bulan bahasa.” Lanjutnya

Pihak SMPN 1 Sukorame berharap minat siswa untuk membaca tetap bisa tersalurkan dan perpustakaan tetap bisa berkembang dan menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.  Bahkan kedepannya SMPN 1 Sukorame berencana akan membuat blog sebagai wadah tulisan-tulisan baik siswa maupun guru.

(NK – AS)

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *