Siapa yang tak punya cemburu, berarti tidak mempunyai hati. Barang siapa tak mempunyai cemburu maka tidak akan mencium bau surga. Bagaimanakah merawat cemburu itu agar tercium wanginya surga?

Wangi surga tentulah cemburu yang positif bukan cemburu buta.  Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim menyampaikan bahwa, “Sesungguhnya Alloh Ta’ala itu cemburu; dan cemburunya Alloh Ta’ala yaitu, apabila ada seseorang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkannya”.

Cemburu tanda cinta, begitulah pepatah yang sering kita dengar. Cara menempatkan cemburu yang terpuji sesuai aturan Rabbnya tentu sesuai hadits di atas. Alloh itu akan cemburu jika hambanya bermaksiat dan meninggalkan ketaatan pada-Nya. Berarti seorang hamba itu, masih ada sesuatu yang diikutinya ketimbang Alloh SWT. Atau bahkan ada sesuatu yang dicintai dan lebih ditaati dibandingkan dengan Alloh Sang Pencipta alam semesta. Hal itulah, cemburu  Alloh tuk makhluknya yang melakukan pelanggaran yang nyata akan perintah-Nya.

Demikian jua saat muncul pernak-pernik dalam menjalani bahtera kehidupan rumah tangga. Rasa cemburu hendaknya muncul dalam bingkaian yang positif bukan cemburu buta. Cemburu yang memperturutkan hawa nafsu akan meretakkan ikatan pernikahan. Bergurulah pada para salafusholeh dalam mengelola cemburu agar hidup menjadi indah.

Merawat cemburu dudukkan sesuai syari’at. Cemburu diperintahkan, manakala seseorang yang dicintai hak dan kehormatannya dihinakan oleh orang lain. Berhati-hatilah, jika anda tidak mempunyai rasa cemburu jika pasangan anda mendekati perbuatan maksiat.

Sang Kekasih Alloh SWT mengingatkan dalam hadits riwayat Ahmad bahwa,” Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada ad-dayyuts pada hari kiamat, dan tidak akan memasukkannya ke dalam surga”. Ad dayyuts yaitu sikap suami ataupun istri yang tidak cemburu saat pasangannya melakukan perbuatan maksiat.

Cemburu yang positif perlu dipertahankan dalam merajut rumah tangga. Cemburu itulah, bumbu penyedap dalam mempertahankan ikatan yang suci itu. Kuatkan ikrar pernikahan itu, walau permasalahan muncul bertubi-tubi.

Renungkan! Suatu saat nanti, popularitas dan kecantikan akan sirna dimakan waktu. Oleh karena itu, rawatlah cemburu secara mulia. Ingatlah! Saat meminang dahulu berupa untaian kata-kata yang syahdu terlantun melalui lisan setulus hati.

Ku halalkan dirimu wahai pasangaku belahan jiwaku, dengan menyebut Kalimat Mulia-Mu. Kalimat mulia itu, menjadi saksi penguat ikatan yang suci. Rawatlah ikrar yang suci itu, sebagai landasan menjalani bahtera rumah tangga. Sehingga, semua gelombang badai kehidupan mampu dihadapi bersama pasanganmu.

Kerikil-kerikil tajam pasti akan terasakan dalam menjalani rumah tangga. Anggap saja hempasan kerikil sebagai terapi kesembuhan tuk penguat ikatan janji suci. Jikalau ada kesalahan ucap yang tidak mengenakkan untuk didengarkan dari pasanganmu, maafkanlah. Rawatlah, rasa cemburu itu sebagai terapi menumbuhkan benih-benih cinta bersemi kembali.

Tidak ada sesuatu yang sempurna dalam diri pasanganmu. Renungkan! Kita semua hanya pasangan insan yang namanya manusia, bukan perkumpulan para malaikat. Pasti ada kesalahan saat berbuat atau bertutur kata, kuatkan dengan merawat cemburu sesuai aturan-Nya. Pastilah, bahagia itu akan hadir di tengah-tengah bahtera keluarga anda.

Buatlah variasi kreativitas penyegaran sesuai syari’at, agar ikatan perkawinan makin melekat. Sekali-kali munculkan jurus baru, agar hidup beraroma wangi dalam keluargamu. Sampaikan pujian buat pasanganmu agar hati terasa tentram dalam genggamanmu didepan putra-putri kesayanganmu.

Nyaman dan bahagiakan pasangan hidup anda untuk meraih cinta Alloh semata. Rawat cemburu itu, hanya pada sesuatu yang diharamkan-Nya bukan cemburu buta. Karena, mereka yakin cemburu yang menyimpang dari kesepakatan perjanjian awal pernikahan bukan tujuan mulia. Mereka percaya dengan ikrar berupa kalimat-kalimat mulia ia  mampu mempertahankan ikatan nan abadi sampai akhir hayatnya.

Referensi:

https://almanhaj.or.id/2624-mengendalikan-rasa-cemburu-dalam-rumah-tangga.html
0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *