“Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak,” Demikian Sahabat Umar berkata,  “tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa.”

Tidak berdoa berarti kesombongan, karena sejatinya segala sesuatu terjadi atas izin Allah. Jika sesama manusia, permintaan adalah beban, maka untuk Allah permintaan adalah kewajiban hamba yang tak boleh terlupakan. Oleh karenanya Allah murka pada hamba-Nya yang tak berdoa. “Barang siapa tidak memohon kepada Allah maka Allah akan murka kepadanya.” Begitu sabda Nabi dalam riwayat Ibnu Majah.

Maka mintalah pertolongan kepada Allah. Sebagaimana umar melakukannya pada saat perang melawan musuh. Rasio kekuatan pasukan Umar sesungguhnya sudah masuk akal untuk menang tetapi ia tetap berdoa.  

Kalian menang bukan karena jumlah kalian banyak.Demikian Umar Menegaskan, “Kalian menang karena bantuan dari langit,”

Selanjutnya ia menambahkan, “Sungguh aku tidak memikul beban dengan mendesakkan ijabah. Tapi didorong oleh keinginan untuk berdoa. Maka, yakinkanlah jika kalian diilhami untuk berdoa. Sesungguhnya ijabah itu ikut menyertainya.”

Kepastian Allah mengabulkan doa sudah dijamin dalam Al-Qur’an. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (Q.S. Ghafir: 60)

Hanya saja perlu kita pahami bahwa Allah mengabulkan untuk kita dengan beberapa cara.

Rasulullah Bersabada sebagaimana diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit “Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, melainkan pasti Allah memberikannya kepadanya, atau Allah menghindarkannya dari kejelekan yang sebanding dengan doanya, selama ia tidak mendoakan dosa atau memutuskan silaturahim .” Lalu seseorang berkata, “Kalau begitu, kita akan memperbanyak doa.” Beliau bersabda, “Allah lebih banyak memberi (dari apa yang kalian minta).” (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim)

Maka terpetik simpulan bahwa Allah mengabulkan dengan tiga cara yaitu, (1) dikabulkan secara tunai, (2) ditunda atau menjadi penyelamatan bala, (3) disimpan untuk hari kiamat sebagai tabungan pahala.

Maka berdoalah untuk menembuskan setiap ikhtiar dengan cara yang Allah sukai, Tadlaruan wa khufyatan. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita. Amin  


Mang Agus Saefullah
Marot Masjid Al-Furqon Ciater
Baiti Jannati, 24 September 2020

0Shares

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *